Jasa Raharja dan PMI Perkuat Sinergi, Bangun Sistem Respons Darurat Kecelakaan Terintegrasi
Bagikan atau simpan
SOROTBERITA | Jakarta – PT Jasa Raharja dan Palang Merah Indonesia (PMI) memperkuat sinergi dalam upaya meningkatkan keselamatan berlalu lintas serta penanganan korban kecelakaan melalui pengembangan sistem respons darurat yang lebih terintegrasi.
Komitmen tersebut dibahas dalam pertemuan yang berlangsung di Ruang Rapat Akhlak Jasa Raharja, Jakarta, Kamis (9/7/2026).
Pertemuan dihadiri Direktur Utama PT Jasa Raharja Muhammad Awaluddin beserta jajaran direksi dan Ketua Bidang Kesehatan dan Sosial Pengurus Pusat PMI Fachmi Idris bersama jajaran.
Dalam pertemuan itu, kedua institusi membahas sejumlah peluang kerja sama strategis yang akan diwujudkan melalui berbagai program, mulai dari peningkatan edukasi keselamatan berlalu lintas hingga penguatan sistem penanganan korban kecelakaan.
Direktur Utama PT Jasa Raharja Muhammad Awaluddin mengatakan, kolaborasi dengan PMI merupakan langkah strategis untuk memperkuat ekosistem keselamatan jalan.
Menurutnya, pelayanan kepada korban kecelakaan tidak hanya berfokus pada pemberian santunan, tetapi juga pada penanganan sejak menit-menit pertama setelah kejadian.
"Hari ini kami berdiskusi mengenai bagaimana kolaborasi antara PMI dan Jasa Raharja dapat segera diwujudkan dalam bentuk program aksi nyata.
Ada beberapa hal yang kami sepakati untuk segera ditindaklanjuti," ujar Awaluddin.
Salah satu agenda yang disepakati adalah pengembangan konsep penanganan darurat yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk
masyarakat, agar mampu memberikan pertolongan pertama secara cepat dan tepat kepada korban kecelakaan sebelum memperoleh penanganan medis lanjutan.
Selain itu, kedua pihak juga berkomitmen memperkuat integrasi sistem
kegawatdaruratan, khususnya dalam penanganan korban kecelakaan lalu lintas. PMI akan mendukung ekosistem yang telah dibangun Jasa Raharja melalui jaringan relawan, kemampuan evakuasi korban, serta armada ambulans yang tersebar di berbagai daerah.
Awaluddin menambahkan, kedua lembaga juga membahas rencana pembentukan proyek percontohan (pilot project) di sejumlah wilayah dengan tingkat kecelakaan lalu lintas yang tinggi.
"Ketersediaan ambulans PMI dan jaringan pelayanan yang dimiliki diharapkan dapat menjadi model integrasi penanganan darurat yang nantinya dapat direplikasi di berbagai wilayah," katanya.
Menurut Awaluddin, kolaborasi tersebut merupakan bagian dari komitmen Jasa Raharja dalam membangun pendekatan menyeluruh terhadap keselamatan berlalu lintas, mulai dari pencegahan, penanganan korban, hingga perlindungan pascakecelakaan.
Sementara itu, Ketua Bidang Kesehatan dan Sosial Pengurus Pusat PMI Fachmi Idris menyambut positif inisiatif tersebut. Ia menilai sinergi antara PMI dan Jasa Raharja memiliki nilai strategis karena menggabungkan edukasi keselamatan jalan dengan kemampuan respons cepat terhadap korban kecelakaan.
"Kami ingin ada upaya yang lebih masif untuk mengedukasi masyarakat mengenai road safety sehingga potensi terjadinya kecelakaan dapat ditekan. Namun apabila kecelakaan tetap terjadi,
korban harus mendapatkan pertolongan pertama secepat mungkin. PMI memiliki kapasitas untuk itu melalui relawan maupun jaringan yang menjangkau hingga tingkat desa," ujar Fachmi.
Ia juga menilai sistem perlindungan dasar yang dijalankan Jasa Raharja telah berkembang dengan baik dan menjadi modal penting dalam membangun kolaborasi yang lebih luas.
Sebagai tindak lanjut, Jasa Raharja dan Pengurus Pusat PMI kembali menggelar pembahasan di Markas PMI Pusat pada Senin (13/7/2026) untuk mematangkan draf Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS).
Pembahasan difokuskan pada penyempurnaan ruang lingkup kerja sama yang meliputi penguatan layanan kegawatdaruratan bagi korban kecelakaan, edukasi keselamatan berlalu lintas dan kepatuhan administrasi kendaraan bermotor, pengembangan kapasitas sumber daya manusia, peningkatan kesiapsiagaan dan aksi kemanusiaan, serta tata kelola dan perlindungan data.
Pertemuan tersebut turut ditinjau oleh Ketua Umum PMI, Jusuf Kalla, yang menyambut baik rencana kerja sama kedua institusi.
Melalui kolaborasi ini, Jasa Raharja dan PMI berharap dapat mempercepat respons terhadap korban kecelakaan sekaligus memperluas edukasi keselamatan berlalu lintas dan kepatuhan administrasi kendaraan bermotor melalui jaringan relawan PMI yang tersebar di seluruh Indonesia.(Red)






