Target Kurangi Pengangguran, Jabar Kirim Alumni BLK ke Industri Otomotif Jepang

Kamis, 02 Jul 2026 - 12:11 WIB

Bagikan atau simpan

thumbnail

FKLPID Jabar bersama BLK Kabupaten Indramayu

SOROT BERITA | INDRAMAYU - Pemerintah Provinsi Jawa Barat, mulai menggeser fokus pengiriman Tenaga Kerja Indonesia (TKI), dari sektor domestik informal menuju sektor manufaktur formal internasional.

Langkah ini diambil sebagai strategi sistemis, guna memangkas angka pengangguran terbuka melalui pemberdayaan lulusan Balai Latihan Kerja (BLK) lokal, agar memiliki daya saing global.

Melalui program bertajuk "1000 Alumni BLK Work in Japan", para pencari kerja di daerah kini diarahkan untuk mengisi pos-pos strategis pada industri otomotif raksasa di Jepang, seperti Isuzu dan Daihatsu. Sebagai pilot proyek, sebanyak 125 alumni BLK Kabupaten Indramayu, telah melewati tahapan seleksi fisik dan wawancara kerja.

Ketua Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan dengan Industri Daerah (FKLPID) Jawa Barat, Benny Tunggul, menjelaskan bahwa orientasi BLK saat ini wajib bertumpu pada serapan industri, bukan sekadar memproduksi lembaran sertifikat kelulusan.

"Salah satu indikator yang penting dari BLK bukan dengan berhasilnya menghasilkan lulusan peserta pelatihan dan sertifikat yang dihasilkan. Namun, dari berapa banyak serapan atau penempatan di industri atau wirausaha, ini menjadi tujuan utama," ujar Benny di BLK Kabupaten Indramayu, Kamis (2/7/2026).

Benny menambahkan, program mandiri non-APBD yang menggandeng PT Brexa Indonesia ini menargetkan pengiriman 100 tenaga kerja terampil per kabupaten/kota. Untuk menjamin keadilan akses bagi warga kelas menengah ke bawah, seluruh akomodasi dan biaya keberangkatan awal akan ditalangi penuh oleh pihak perusahaan mitra di Jepang.

"Seluruh peserta yang lolos seleksi nantinya akan diberdayakan melalui penempatan kerja formal pada sektor industri otomotif terkemuka di Jepang," kata Benny menegaskan.

Kepala BLK Kabupaten Indramayu, Sukirman, menyambut baik skema ini mengingat wilayahnya selama ini kerap diidentikkan sebagai pemasok pekerja informal di luar negeri.

"Indramayu menjadi kantong TKI untuk tenaga kerja informal. Dengan adanya rekrutmen alumni melalui program magang Jepang di industri, ini meningkatkan Tenaga Kerja Indonesia yang terampil dengan kompetensi di sektor formal," tutur Sukirman.

Setelah Indramayu, FKLPID Jawa Barat dijadwalkan bakal menggelar rekrutmen serupa di sembilan daerah kantong TKI lainnya secara estafet, termasuk Cianjur, Sukabumi, hingga Cirebon. (***)