Dialog Kebangsaan Tokoh dan Pemuda Lintas Agama Perkuat Harmoni Menuju Indonesia Emas 2045

Jumat, 22 Mei 2026 - 18:34 WIB

Bagikan atau simpan

thumbnail

SOROTBERITA |KOTA BEKASI — Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Bekasi menggelar Dialog Kebangsaan Tokoh dan Pemuda Lintas Agama dalam Menyongsong Indonesia Emas 2045 di Hotel Grand Arsyilla, Kota Bekasi, Kamis (22/5/2026).

‎Kegiatan tersebut dihadiri Ketua FKUB Kota Bekasi H. Abdul Manan, Ketua MUI Kota Bekasi Drs. KH. Syafruddin Siroj, Staf Khusus Menteri Agama Republik Indonesia, perwakilan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Bekasi Marwah, tokoh lintas agama, pemuda lintas agama, serta sejumlah elemen masyarakat.

‎Dialog kebangsaan berlangsung dalam suasana hangat dengan mengangkat tema persatuan, toleransi, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), dan pemanfaatan teknologi informasi untuk menyongsong Indonesia Emas 2045.

‎Ketua FKUB Kota Bekasi H. Abdul Manan mengatakan kondisi Kota Bekasi hingga Mei 2026 masih dalam situasi aman dan damai. 

‎Menurutnya, kondisi tersebut merupakan hasil kerja sama berbagai elemen masyarakat dalam menjaga kerukunan dan toleransi antarumat beragama.

‎“Alhamdulillah, sampai bulan Mei tahun 2026 ini Kota Bekasi masih aman dan damai. Semua ini tentunya berkat kerja sama yang baik dari bapak ibu sekalian, termasuk anak-anak muda yang aktif dalam kegiatan FKUB sehingga kerukunan, toleransi, dan harmoni bisa terjaga dengan baik,” ujarnya.

‎Ia menambahkan, komunikasi antarwarga dan aparatur wilayah perlu terus diperkuat agar persoalan di masyarakat tidak berkembang menjadi konflik.

‎“Apabila ada persoalan di lapangan, kiranya segera berkomunikasi dengan RW, RT, lurah, maupun camat agar persoalan tersebut tidak berkembang,” katanya.

‎Sementara itu, Sekretaris FKUB Kota Bekasi Syafrudin, SE., mengapresiasi terselenggaranya dialog kebangsaan yang juga menghadirkan pembahasan mengenai perkembangan teknologi informasi.

‎Menurutnya, generasi muda perlu memanfaatkan teknologi informasi secara positif, terutama dalam meningkatkan kualitas SDM dan pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

‎“Semoga pengetahuan tentang IT bisa dimanfaatkan oleh generasi muda dalam rangka menyongsong Indonesia Emas dengan peningkatan SDM yang berkualitas serta UMKM yang mampu memproduksi dan memasarkan produk melalui teknologi informasi,” ujarnya.

‎Ia menilai sektor UMKM memiliki potensi besar dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus membuka peluang kerja bagi generasi muda.

‎Dialog kebangsaan tersebut diharapkan dapat menjadi wadah memperkuat semangat persatuan, toleransi, dan kolaborasi lintas agama demi menciptakan generasi muda yang inovatif dan siap menghadapi Indonesia Emas 2045.(Regar)