Gugun Gumelar Ajak Pemuda Lintas Agama Perkuat Persaudaraan Menuju Indonesia Emas 2045

Jumat, 22 Mei 2026 - 19:11 WIB

Bagikan atau simpan

thumbnail

SOROTBERITA |KOTA BEKASI — Staf Khusus Menteri Agama Republik Indonesia, Gugun Gumelar, M.A., Ph.D., mengajak pemuda lintas agama memperkuat semangat persaudaraan dan toleransi dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.

Hal tersebut disampaikannya dalam kegiatan Dialog Kebangsaan dan Pemuda Lintas Agama Menyongsong Indonesia Emas 2045 yang digelar di Hotel Grand Arsyila, Kota Bekasi, Jumat (22/5/2026).

Kegiatan itu dihadiri tokoh lintas agama, perwakilan pemuda, serta sejumlah elemen masyarakat sebagai bagian dari upaya memperkuat harmoni sosial dan moderasi beragama di tengah keberagaman.

Dalam keterangannya kepada awak media, Gugun memberikan apresiasi terhadap Kota Bekasi yang dinilainya memiliki tingkat toleransi yang baik di tengah masyarakat yang majemuk.

Menurutnya, semangat toleransi perlu terus dijaga bersama, baik oleh masyarakat maupun pemerintah daerah, melalui sikap saling menghormati dan mengedepankan dialog dalam kehidupan beragama.

“Saya sangat mengapresiasi Kota Bekasi sebagai kota yang sangat toleran. Oleh karena itu masyarakatnya harus toleran, pemerintahannya juga harus toleran. Maka yang harus kita gaungkan adalah persaudaraan,” ujarnya.

Ia menegaskan pentingnya membangun komunikasi dan dialog antarumat beragama, termasuk dalam menyikapi persoalan sosial maupun pembangunan rumah ibadah agar tetap berjalan sesuai aturan yang berlaku.

“Kalau ada saudara kita yang ingin membangun rumah ibadah, mari kita bantu sesuai regulasi yang ada. Yang terpenting adalah dialog antarumat beragama. Jangan sampai kita saling memukul, tetapi harus saling merangkul saudara-saudara kita,” katanya.

Selain menyoroti pentingnya toleransi, Gugun juga menekankan peran strategis generasi muda dalam menentukan masa depan bangsa menuju Indonesia Emas 2045.

Menurutnya, generasi milenial dan Generasi Z saat ini menjadi kelompok dominan yang nantinya akan memegang peran penting di berbagai sektor pemerintahan maupun sosial kemasyarakatan.

“Generasi milenial dan Gen Z sangat penting karena mereka adalah calon pemimpin masa depan Indonesia. Di tangan mereka nanti ada FKUB, Kementerian Agama, para pemimpin di lingkungan RT, RW, hingga para pengambil kebijakan tahun 2045,” ujarnya.

Ia menambahkan, generasi muda perlu dipersiapkan tidak hanya dari sisi pendidikan dan teknologi, tetapi juga melalui penguatan nilai-nilai kebangsaan, toleransi, dan persatuan.

Dialog Kebangsaan dan Pemuda Lintas Agama tersebut diharapkan menjadi ruang silaturahmi sekaligus penguatan komitmen bersama dalam menjaga kerukunan, memperkuat moderasi beragama, dan menciptakan generasi muda yang siap menghadapi tantangan Indonesia Emas 2045.(Regar)