SOROT BERITA | BANDUNG – Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat) memperkuat ekspansi jaringan 5G berbasis teknologi AIvolusi5G di Jawa Barat, menjelang periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026. Ekspansi ini menjangkau 45 kecamatan di lima kota/kabupaten dengan cakupan sekitar 93 persen dari wilayah prioritas.
EVP–Head of Circle Jakarta Raya Indosat Ooredoo Hutchison, Chandra Pradyot Singh, mengatakan penguatan jaringan merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk selalu hadir di momen-momen penting masyarakat.
"Di periode Natal dan Tahun Baru, konektivitas bukan hanya soal kecepatan, tetapi juga stabilitas dan rasa aman. Melalui AIvolusi5G, kami memastikan jaringan Indosat tetap adaptif, andal, dan relevan untuk menjawab kebutuhan masyarakat yang semakin digital, khususnya di kawasan Jakarta Raya dengan tingkat aktivitas yang sangat tinggi," ujar Chandra dalam siaran pers, Kamis (19/12/2025).
Chandra menjelaskan, sebagai pusat aktivitas ekonomi dan digital nasional, Jakarta Raya memiliki karakter lalu lintas data yang dinamis, padat, dan terus berkembang.
Untuk itu, Indosat tidak hanya menambah kapasitas jaringan, tetapi juga mengadopsi pendekatan berbasis kecerdasan artifisial yang memungkinkan jaringan beradaptasi secara real-time terhadap kondisi lapangan.
Melalui AIvolusi5G, teknologi yang mengintegrasikan kecerdasan artifisial langsung di dalam jaringan, Indosat mampu mengoptimalkan performa jaringan secara otomatis; mulai dari pengelolaan kepadatan pengguna, pola mobilitas, hingga distribusi kapasitas secara dinamis.
Di Jawa Barat, penguatan jaringan difokuskan pada kawasan urban, pusat pertumbuhan ekonomi, area permukiman padat, serta jalur penghubung antarkota yang menjadi bagian dari ekosistem Jakarta Raya.
"Langkah ini memperkuat peran Jawa Barat sebagai penyangga utama lalu lintas digital regional, sekaligus memastikan konektivitas tetap andal di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat selama periode libur akhir tahun," kata Chandra.
Penguatan jaringan 5G diarahkan untuk memastikan performa tetap stabil dan konsisten, khususnya saat jam sibuk dan periode puncak Nataru, ketika aktivitas komunikasi, transaksi digital, dan konsumsi konten meningkat signifikan.
AIvolusi5G menghadirkan lompatan signifikan dibandingkan jaringan 4G, baik dari sisi kecepatan maupun latensi. Berdasarkan data Indosat, rata-rata kecepatan unduh jaringan 4G berada di kisaran 50 Mbps, sementara jaringan 5G mampu mencapai 110 Mbps, atau sekitar 2,2 kali lebih cepat.
Dalam kondisi optimal, kecepatan unduh 5G bahkan dapat menembus 519 Mbps hingga 0,87 Gbps. Untuk kecepatan unggah, jaringan 5G mencatat performa hingga 167 Mbps, jauh di atas 4G yang berada di kisaran 25 Mbps.
"Keunggulan AIvolusi5G tidak hanya terletak pada kecepatan. Dengan pemrosesan langsung di jaringan, teknologi ini mampu menyesuaikan performa jaringan secara real-time sesuai kebutuhan pengguna, tanpa memerlukan aplikasi tambahan atau perangkat khusus," ujar Chandra.
Selain performa jaringan, AIvolusi5G juga menghadirkan perlindungan digital otomatis melalui fitur Anti-Scam dan Anti-Spam. Fitur ini bekerja secara real-time di tingkat jaringan untuk mendeteksi dan menyaring panggilan serta pesan mencurigakan, tanpa memerlukan instalasi aplikasi tambahan.
Sejak diluncurkan, fitur ini telah memblokir lebih dari 200 juta panggilan berisiko, mendeteksi 90 juta pesan mencurigakan, dan melindungi rata-rata 11,5 juta pelanggan per bulan dari potensi penipuan digital.
Perlindungan ini menjadi semakin relevan mengingat 66 persen orang dewasa di Indonesia pernah mengalami upaya penipuan, dengan total kerugian mencapai Rp 49 triliun, berdasarkan laporan State of Scams in Indonesia 2025 dari Global Anti Scam Alliance (GASA) Indonesia.
Sebagai bagian dari kesiapan Nataru, Indosat memastikan pelanggan dapat langsung menikmati manfaat jaringan 5G melalui ketersediaan paket yang relevan. Untuk IM3 Freedom 5G tersedia paket 13 GB masa aktif 30 hari seharga Rp 40.000 dan 20 GB masa aktif 7 hari seharga Rp 33.000.
Sementara untuk Tri Happy 5G, pelanggan bisa memilih paket 14 GB masa aktif 30 hari seharga Rp 40.000 atau 18 GB masa aktif 7 hari seharga Rp 30.000 untuk mendukung komunikasi, hiburan, dan produktivitas selama libur akhir tahun.
Dengan kombinasi ekspansi 5G, optimasi berbasis AI, dan perlindungan dari penipuan digital, Indosat menegaskan komitmennya untuk menghadirkan jaringan yang andal, adaptif, dan berorientasi pada kenyamanan dan keamanan pelanggan, sekaligus mendukung kelancaran aktivitas masyarakat Jakarta Raya selama periode Natal dan Tahun Baru. (***)

