Komdigi - Indosat Luncurkan Sahabat-AI, Platform AI Pertama Indonesia

27 Feb 2026 Admin
Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid dan President Director and CEO Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha saat Grand Launching Sahabat-AI.

SOROT BERITA | JAKARTA - Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) bersama Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat), resmi meluncurkan Sahabat-AI, platform kecerdasan buatan berbasis aplikasi yang dibangun khusus untuk masyarakat Indonesia.

Peluncuran tersebut, menandai babak baru kedaulatan digital nasional, sekaligus menjawab kebutuhan akan teknologi AI yang benar-benar memahami bahasa, budaya, dan konteks lokal.

ADVERTISEMENT

Sahabat-AI kini tersedia dalam bentuk aplikasi Android dan iOS, yang dapat diunduh secara gratis. Platform ini menghadirkan kemampuan multi-model dan multi-modal—memungkinkan pengguna mengakses fitur percakapan teks, pembuatan gambar, teks ke video, pencarian cerdas, bantuan pemrograman, hingga analisis mendalam, semuanya dalam satu antarmuka terpadu.

Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid menegaskan, bahwa Sahabat-AI merupakan cerminan komitmen pemerintah, dalam memperkuat kedaulatan digital tanpa meninggalkan satu pun lapisan masyarakat.

"Teknologi harus membuka akses bagi siapa pun, di mana pun, tanpa terhalang perbedaan bahasa maupun budaya. Kita membutuhkan AI yang benar-benar paling Indonesia—dibangun dengan bahasa kita, nilai budaya kita, serta kepentingan bangsa," ujar Meutya, Jumat (27/2/2026).

Untuk memastikan penggunaan yang aman dan bertanggung jawab, Sahabat-AI dilengkapi perlindungan berlapis yang selaras dengan norma sosial, nilai budaya, dan standar etika di Indonesia. Mekanisme ini sekaligus sejalan dengan upaya pemerintah menjaga ruang digital nasional dari konten negatif.

Sementara itu, President Director and CEO Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha menegaskan, bahwa Sahabat-AI dihadirkan bukan semata untuk kepentingan bisnis, melainkan untuk seluruh rakyat Indonesia.

"Sahabat-AI kami hadirkan bukan untuk Indosat, tetapi untuk Indonesia. Dengan menjadikan platform ini terbuka dan mudah diakses, kami menghadirkan fondasi inovasi yang dapat digunakan oleh individu, startup, pelaku usaha, maupun institusi publik di seluruh penjuru negeri," kata Vikram.

Di balik antarmuka yang sederhana, Sahabat-AI ditopang infrastruktur komputasi bertenaga GPU NVIDIA L40s dan H100, yang memungkinkan waktu respons cepat dengan latensi rendah. Ke depan, infrastruktur ini akan bertransformasi menjadi AI Grid yang menjadikan jaringan data center Indosat sebagai tulang punggung AI nasional.

Perjalanan Sahabat-AI dimulai pada Indonesia AI Day 2024, ketika platform ini pertama kali diperkenalkan bersama CEO NVIDIA Jensen Huang. Pada Juni 2025, platform ini mencapai kemampuan model hingga 70 miliar parameter dengan dukungan berbagai bahasa daerah. Kini pada Februari 2026, Sahabat-AI telah berevolusi menjadi platform AI kolaboratif dengan kemampuan multi-model dan multi-modal yang siap dimanfaatkan secara luas.

Selain melayani pengguna individu, Sahabat-AI juga dirancang untuk pelaku usaha dan institusi publik. Melalui pendekatan berbasis agen, berbagai organisasi dapat mengintegrasikan layanannya ke dalam ekosistem Sahabat-AI, membuka peluang pemanfaatan AI di sektor pendidikan, kesehatan, industri kreatif, dan layanan publik. (Pandu)