Tinjau Kawasan TOD Summarecon, AHY Dukung Bekasi Jadi Percontohan Kota Berbasis Transportasi Publik

Jumat, 24 Jul 2026 - 18:15 WIB

Bagikan atau simpan

thumbnail

SOROTBERITA | KOTA BEKASI – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mendorong pengembangan kawasan Transit Oriented Development (TOD) di Kota Bekasi, Jawa Barat, sebagai model pembangunan perkotaan berbasis transportasi publik yang dapat diterapkan di berbagai daerah di Indonesia.

Pernyataan tersebut disampaikan AHY saat meninjau rencana pembangunan kawasan TOD yang terintegrasi dengan pengembangan stasiun kereta di kawasan Summarecon Bekasi, Jumat (24/7/2026).

Menurut AHY, konsep TOD merupakan salah satu upaya untuk memperkuat konektivitas antarmoda transportasi sekaligus menciptakan kawasan perkotaan yang efisien, nyaman, dan berkelanjutan.

"Kami mengucapkan selamat dan tentunya mendorong agar pengembangan wilayah perkotaan berbasis transit seperti yang sedang dikembangkan di lokasi ini bisa menjadi model untuk kota-kota lainnya di Indonesia," ujar AHY kepada wartawan.

Ia menilai pengembangan TOD di Bekasi memiliki potensi besar karena mengintegrasikan transportasi publik dengan kawasan permukiman, pusat bisnis, fasilitas pendidikan, layanan kesehatan, area perdagangan, hingga ruang publik dalam satu kawasan.

AHY menjelaskan, konsep TOD tidak hanya berorientasi pada pembangunan infrastruktur transportasi, tetapi juga bertujuan mempermudah masyarakat dalam mengakses berbagai aktivitas sehari-hari.

"Jika sebuah kawasan mampu mengintegrasikan tempat tinggal, lokasi bekerja, pendidikan, bisnis, belanja, kesehatan, dan seluruh fasilitas pendukung kehidupan sehari-hari, maka idealnya kualitas hidup masyarakat akan semakin baik, produktivitas meningkat, lingkungan menjadi lebih asri, keluarga lebih sehat, dan masyarakat memiliki waktu lebih banyak untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusianya," katanya.

Dalam peninjauan tersebut, AHY didampingi Wakil Menteri Perhubungan Suntana, jajaran Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, kementerian dan lembaga terkait, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemerintah Kota Bekasi, serta manajemen Summarecon sebagai pengembang kawasan.

Menurut AHY, keberhasilan pembangunan kawasan TOD memerlukan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan agar integrasi transportasi dengan pusat-pusat aktivitas masyarakat dapat terwujud secara optimal.

"Kami semua menyepakati bahwa pembangunan dan pengembangan kawasan TOD ini memang harus melalui sinergi dan kolaborasi yang baik antar seluruh stakeholder.

Tujuannya sama, yaitu menghadirkan kota yang semakin terintegrasi melalui moda transportasi dan pusat-pusat aktivitas yang saling terhubung," ujarnya.

Selain meningkatkan kualitas mobilitas masyarakat, AHY menilai pengembangan kawasan berbasis transit juga dapat menjadi salah satu solusi dalam mengurangi kemacetan, khususnya di wilayah penyangga Jakarta seperti Kota Bekasi.

Ia menambahkan, kawasan Jabodetabek merupakan salah satu pusat pertumbuhan ekonomi nasional sehingga penguatan daya dukung infrastruktur menjadi kebutuhan untuk mengimbangi pertumbuhan penduduk dan aktivitas ekonomi.

"Kawasan Jabodetabek menjadi salah satu center of gravity yang sangat penting. 

Daya dukungnya harus dijaga agar pertumbuhan penduduk yang besar dan keterbatasan ruang tidak memunculkan berbagai persoalan ekonomi maupun sosial," kata AHY.

AHY berharap pembangunan kawasan TOD Summarecon Bekasi dapat diselesaikan sesuai target yang diperkirakan sekitar 18 bulan. 

Pemerintah, lanjutnya, akan terus melakukan koordinasi dan pengawasan agar proyek tersebut dapat segera memberikan manfaat bagi masyarakat.

"Semangatnya adalah menghadirkan solusi bagi masyarakat. Kami berharap seluruh proses pembangunan dapat berjalan sesuai rencana sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan," pungkasnya.(Regar)