Jasa Raharja Perkuat Edukasi Keselamatan Berlalu Lintas bagi Generasi Muda pada Hari Anak Nasional 2026

Kamis, 23 Jul 2026 - 13:04 WIB

Bagikan atau simpan

thumbnail

SOROTBERITA | JAKARTA – Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 dimanfaatkan PT Jasa Raharja (Persero) untuk memperkuat komitmen membangun budaya keselamatan berlalu lintas sejak usia dini. Langkah tersebut dilakukan melalui berbagai program edukasi yang menyasar peserta didik dari tingkat taman kanak-kanak hingga perguruan tinggi.

Direktur Utama PT Jasa Raharja, Muhammad Awaluddin, mengatakan tingginya angka kecelakaan lalu lintas yang melibatkan usia produktif dan pelajar menjadi alasan pentingnya penguatan upaya pencegahan melalui edukasi.

Menurutnya, transformasi Jasa Raharja tidak hanya berfokus pada pelayanan santunan bagi korban kecelakaan, tetapi juga mengedepankan langkah preventif untuk menekan angka kecelakaan melalui peningkatan kesadaran masyarakat.

"Hari Anak Nasional menjadi pengingat bahwa keselamatan anak merupakan tanggung jawab kita bersama. Karena itu, edukasi kepada pelajar dan mahasiswa akan terus kami perkuat sebagai investasi jangka panjang untuk menciptakan generasi yang lebih sadar dan peduli terhadap keselamatan berlalu lintas," ujar Awaluddin.

Ia menjelaskan, edukasi keselamatan dilakukan secara bertahap sesuai dengan jenjang pendidikan dan perkembangan usia peserta didik. Materi yang diberikan disesuaikan dengan karakteristik masing-masing kelompok, mulai dari anak usia dini hingga mahasiswa.

Sepanjang Januari hingga Juli 2026, Jasa Raharja telah menyelenggarakan Safety Campaign di delapan taman kanak-kanak dan sekolah dasar yang diikuti 198 peserta didik. Selain itu, kegiatan serupa juga dilaksanakan di 139 sekolah menengah dan perguruan tinggi dengan melibatkan 13.095 pelajar dan mahasiswa.

Program tersebut difokuskan pada kelompok usia yang mulai aktif menggunakan kendaraan bermotor dan dinilai memiliki risiko lebih tinggi mengalami kecelakaan lalu lintas.

Selain menyasar peserta didik, Jasa Raharja juga menjalankan Program Pengajar Peduli Keselamatan Lalu Lintas (PPKL) dengan melibatkan tenaga pendidik sebagai agen penyebarluasan budaya keselamatan.

Di tingkat taman kanak-kanak dan sekolah dasar, program ini telah melibatkan 80 guru dari dua satuan pendidikan. Sementara itu, di 509 sekolah menengah dan perguruan tinggi, sebanyak 29.974 guru dan dosen turut berpartisipasi dalam menyampaikan edukasi keselamatan kepada peserta didik.

"Guru dan dosen memiliki peran strategis. Melalui para pendidik, pesan keselamatan dapat terus ditanamkan kepada peserta didik secara berkelanjutan sehingga menjadi bagian dari budaya sehari-hari," kata Awaluddin.

Melalui peringatan Hari Anak Nasional 2026, Jasa Raharja juga mengajak keluarga, sekolah, komunitas, dan berbagai instansi terkait untuk bersama-sama menanamkan budaya keselamatan sejak dini.

Kolaborasi tersebut diharapkan dapat melahirkan generasi muda yang tidak hanya unggul dalam pendidikan, tetapi juga memiliki kesadaran tinggi terhadap pentingnya keselamatan berlalu lintas sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.(Red)