KSPSI Bekasi Raya Gelar Pendidikan Kaderisasi, Siapkan Kader Buruh yang Kompeten dan Berintegritas
Bagikan atau simpan
SOROTBERITA | KOTA BEKASI — DPC KSPSI Kabupaten/Kota Bekasi melalui Bidang Pendidikan kembali menyelenggarakan Pendidikan dan Pelatihan Kaderisasi sebagai upaya meningkatkan kapasitas serta kualitas sumber daya pekerja dalam menghadapi dinamika hubungan industrial dan ketenagakerjaan yang semakin kompleks.
Kegiatan yang digelar di Aula Sekretariat DPC SPSI Kabupaten/Kota Bekasi, Jalan Jenderal Ahmad Yani Nomor 1, Kompleks Pemerintah Kota Bekasi, Kelurahan Margajaya, Kecamatan Bekasi Selatan, Sabtu (30/5/2026).
diikuti 30 peserta yang merupakan perwakilan Pengurus Unit Kerja (PUK) dari berbagai perusahaan.
Ketua Pelatihan Kaderisasi sekaligus Pengurus Sektor DPC KSPSI Kota Bekasi Sektor Pendidikan, Sulaiman, mengatakan pelatihan tersebut merupakan bagian dari program pendidikan rutin organisasi untuk membentuk kader pekerja yang memiliki kemampuan kepemimpinan, pemahaman ketenagakerjaan, dan keterampilan dalam menyelesaikan persoalan hubungan industrial.
“Pendidikan dan pelatihan kaderisasi ini diikuti oleh 30 anggota. Kegiatan dilaksanakan dalam dua sesi, yakni pada 23 Mei 2026 dan 30 Mei 2026 yang menjadi sesi penutupan,” ujar Sulaiman kepada wartawan.
Menurut dia, materi pelatihan disusun berdasarkan kebutuhan aktual yang dihadapi pekerja dan serikat pekerja di lingkungan perusahaan. Materi yang diberikan meliputi Perjanjian Kerja Bersama (PKB), program BPJS Ketenagakerjaan yang disampaikan oleh narasumber dari BPJS Ketenagakerjaan, pengupahan, serta motivasi dan etos kerja.
Sulaiman menjelaskan, pendidikan kaderisasi diharapkan dapat meningkatkan kemampuan anggota serikat pekerja dalam memahami regulasi ketenagakerjaan sekaligus menyelesaikan berbagai persoalan di tingkat perusahaan secara efektif dan profesional.
Ia menambahkan, program kaderisasi direncanakan berlangsung secara berkelanjutan dengan frekuensi empat hingga enam kali dalam satu tahun.
“Kami berharap pendidikan seperti ini dapat terus berjalan setiap periode agar anggota di tingkat PUK memiliki pemahaman yang lebih baik dalam menghadapi berbagai tantangan ketenagakerjaan,” katanya.
Lebih lanjut, Sulaiman menilai penyelesaian persoalan hubungan industrial melalui komunikasi dan mekanisme internal perusahaan menjadi salah satu indikator keberhasilan kaderisasi.
Menurut dia, kader yang memiliki pemahaman dan kemampuan negosiasi yang baik akan lebih mudah mencari solusi atas permasalahan yang muncul tanpa harus menempuh proses penyelesaian yang lebih panjang.
Melalui program pendidikan kaderisasi tersebut, KSPSI Bekasi Raya berharap dapat melahirkan kader-kader pekerja yang memiliki kompetensi, integritas, serta kemampuan membangun hubungan industrial yang harmonis, produktif, dan berorientasi pada penyelesaian masalah.(Regar)






