Wayang Jadi Daya Tarik Pekan Budaya Bekasi Vol 4 di Creative Center
SOROTBERITA |Kota Bekasi — Semangat pelestarian budaya lokal kembali digaungkan melalui gelaran Pekan Budaya Bekasi Vol 4 yang berlangsung di Gedung Creative Center Kota Bekasi, Minggu (17/5/2026).
Kegiatan tersebut menjadi wadah kolaborasi komunitas budaya dalam memperkenalkan seni tradisional kepada generasi muda di tengah perkembangan kota urban.
Acara yang menghadirkan berbagai pertunjukan seni budaya, khususnya wayang, mendapat antusiasme dari masyarakat serta pegiat budaya di Kota Bekasi.
Seniman sekaligus sutradara dan penulis naskah budaya, Wawan Ajen, mengatakan kegiatan budaya seperti ini penting sebagai sarana pembinaan generasi muda di tengah tantangan perubahan sosial dan budaya.
“Ini adalah ruang publik yang sangat menarik. Di tengah isu krisis budaya, kegiatan seperti ini penting untuk pembinaan generasi muda,” ujar Wawan Ajen kepada awak media.
Menurutnya, anggapan bahwa generasi muda di wilayah urban mulai menjauh dari budaya tradisional perlu dijawab dengan menghadirkan ruang kreatif yang mampu mendekatkan mereka pada kebudayaan lokal.
“Ketika anak muda dianggap kurang mencintai budaya tradisi, hari ini kami mencoba menjawabnya melalui kegiatan nyata. Mereka hanya perlu didekatkan dengan budaya,” katanya.
Melalui Sanggar Wayang Ajen, ia mengaku terus mengembangkan pendekatan kreatif agar seni wayang lebih mudah diterima anak-anak dan generasi muda. Salah satu langkah yang dilakukan adalah membangun kecintaan terhadap budaya sejak usia dini.
“Anak-anak jangan dijauhkan dari budaya, tetapi harus didekatkan agar mereka mengenal dan mencintainya,” jelasnya.
Dalam kegiatan tersebut, wayang juga dikemas sebagai media hiburan sekaligus edukasi yang dinilai lebih dekat dengan karakter generasi muda masa kini.
Wawan Ajen menambahkan, pihaknya mulai mengembangkan pertunjukan wayang dalam berbagai bahasa, seperti Bahasa Indonesia, Sunda, dan Jawa. Ke depan, pengembangan bahasa lain, termasuk Bahasa Inggris, direncanakan untuk memperluas jangkauan pertunjukan budaya.
Selain menjadi hiburan, pertunjukan wayang juga dimanfaatkan sebagai media pendidikan karakter bagi anak-anak melalui pembelajaran retorika, teatrikal, hingga nilai moral dan filosofi kehidupan.
“Ini bagian dari pembelajaran budi pekerti dan nilai-nilai kebangsaan,” ujarnya.
Salah satu penampilan yang menarik perhatian pengunjung berasal dari Jafir Gamil,
bocah berusia 9 tahun yang tampil memainkan wayang. Penampilan tersebut dinilai menjadi simbol regenerasi pelaku seni budaya di Kota Bekasi.
Pada kesempatan itu, Wawan Ajen juga mengapresiasi peran media dalam mendukung keberlangsungan kegiatan budaya di daerah.
Ia berharap pemerintah daerah dapat memberikan dukungan lebih besar terhadap komunitas budaya, termasuk melalui kemudahan akses penggunaan fasilitas publik seperti Gedung Creative Center Kota Bekasi.
“Harapan kami pemerintah dapat lebih terbuka terhadap perkembangan komunitas budaya dan memberikan ruang bagi masyarakat untuk berkarya,” pungkasnya.
Melalui Pekan Budaya Bekasi Vol 4, kolaborasi antara komunitas budaya, generasi muda, media, dan pemerintah diharapkan mampu memperkuat identitas budaya lokal serta mendorong Kota Bekasi menjadi kota yang kreatif dan kaya akan nilai budaya.(Regar)






