Tantangan Distribusi Air Bersih dan Evaluasi Pelayanan Perumda Tirta Patriot
Bagikan atau simpan
Kantor Perumda Tirta Patriot
SOROT BERITA | BEKASI - Upaya menjaga keandalan pasokan air bersih di kawasan perkotaan yang padat, kerap menghadapi berbagai tantangan teknis serta dinamika eksternal di lapangan. Pemenuhan kualitas layanan dasar ini pun tak lepas dari sorotan dan masukan masyarakat, yang menghendaki proses perbaikan terus berjalan secara berkelanjutan.
Terkait dinamika pelayanan air minum di Kota Bekasi, pengamat sosial Frits Saikat, menyampaikan catatannya mengenai performa operasional Perumda Tirta Patriot. Ia mendorong BUMD tersebut, untuk mempercepat langkah-langkah pembenahan dan evaluasi, demi mengoptimalkan hak-hak pelanggan.
Menurut Frits, jajaran manajemen Perumda Tirta Patriot perlu memberikan perhatian ekstra, terhadap sejumlah titik pelayanan agar kepuasan masyarakat dapat ditingkatkan secara konsisten.
"Dinamika pelayanan yang dirasakan warga, mulai dari kelancaran suplai hingga kualitas air, perlu direspons cepat oleh manajemen. Evaluasi menyeluruh menjadi langkah penting agar kualitas layanan dasar bagi masyarakat Kota Bekasi semakin optimal dan andal," ujar Frits saat memberikan pandangannya kepada media, Selasa (28/7/2026).
Dalam paparannya, Frits mengulas beberapa area kerja teknis, yang masih menjadi tantangan operasional BUMD tersebut. Di antaranya terkait kontinuitas aliran air di wilayah hilir seperti Bekasi Utara, yang ketersediaannya kerap terpengaruh oleh penurunan debit atau faktor teknis distribusi.
Selain itu, kondisi kualitas air baku dari Kali Bekasi yang sewaktu-waktu terdampak pencemaran limbah industri hulu, juga menjadi tantangan tersendiri bagi proses pengolahan air bersih Perumda Tirta Patriot.
Menurut Frits, fenomena alam dan fluktuasi air baku tersebut, membutuhkan rekayasa teknis dan peremajaan infrastruktur pipa distribusi yang lebih intensif, guna mencegah kebocoran teknis.
Terkait masalah sistem pencatatan meteran dan tagihan pelanggan yang sempat dikeluhkan warga saat pasokan terganggu, Frits berharap, transparansi serta kecepatan penanganan call center dapat terus ditingkatkan, termasuk keakuratan penyaluran mobil tangki darurat.
Meskipun Perumda Tirta Patriot terus berupaya melakukan berbagai mitigasi teknis di lapangan, Frits menilai langkah evaluasi kinerja tetap diperlukan sebagai bagian dari keterbukaan tata kelola BUMD.
Ia menekankan bahwa masukan dari masyarakat, hendaknya disikapi secara positif oleh manajemen sebagai momentum untuk memperkuat kapasitas infrastruktur dan responsifitas penanganan pengaduan.
"Mendorong evaluasi kinerja manajemen merupakan bagian dari masukan konstruktif. Tujuannya tidak lain agar Perumda Tirta Patriot terus tumbuh menjadi BUMD yang semakin profesional dan dipercaya oleh seluruh warga Kota Bekasi," pungkas Frits. (Bandaharo)






