Viral! Rekaman Calo Bongkar Tarif SIM Tembus Rp700 Ribu di Satpas Polres Metro Bekasi Kota

Senin, 29 Jun 2026 - 16:34 WIB

Bagikan atau simpan

thumbnail

Foto : Satpas SIM Polres metro Bekasi Kota/dok.istimewa

SOROTBERITA | KOTA BEKASI -Rekaman percakapan berdurasi 7 menit 19 detik mendadak viral di TikTok dan menghebohkan warga. Video di akun @ujungpublik itu mengungkap dugaan adanya jalur khusus serta pungutan tak resmi dalam pengurusan Surat Izin Mengemudi (SIM) di Satpas Polres Metro Bekasi Kota, Dirlantas Polda Metro Jaya.

Dalam video yang diunggah Minggu (28/6/2026), tampak seorang pria yang mengaku calo dokumen. Ia dengan gamblang merinci tarif, alur, hingga besaran uang yang disebut disetorkan ke oknum di dalam Satpas.

*Tarif SIM A Disebut Rp700 Ribu, Setoran ke Dalam Rp650 Ribu*

Calo itu menyebut harga berbeda tergantung jenis SIM dan jumlah pemohon. 

“Kalau kolektif Rp550.000 per orang, minimal 20 orang. Nanti setoran ke dalamnya Rp650.000. Kalau SIM A Rp700.000, setorannya sama Rp650.000. Kalau SIM C Rp670.000, setor Rp650.000 — saya cuma dapat Rp20.000,” ujarnya dalam rekaman.

Ia beralasan pembayaran dilakukan di luar area pelayanan karena Satpas sedang “steril” hingga 1 Juli demi persiapan HUT Bhayangkara. “Sekarang memang agak mahal karena lagi steril sampai 1 Juli, persiapan HUT Bhayangkara. Makanya agak sepi, tidak seperti biasanya,” kata pria tersebut.

*Klaim Tanpa Tes, Cukup Kasih “Kode”*

Lebih mengejutkan, calo itu menyebut pemohon tak perlu ikut tes kesehatan, psikologi, apalagi ujian teori dan praktik. Cukup serahkan KTP dan berkas, lalu sebutkan “kode” yang sudah dipahami petugas.

“Nanti di dalam serahkan berkas, tidak perlu bayar apa-apa lagi. Ada kodenya, sudah pada paham. Tunjukkan saja KTP, semua anggota kenal saya. Kalau sudah jadi, baru bayar ke saya,” jelasnya.

Ia juga menyebut sosok “Bang Emen” sebagai penghubung di lokasi.

*Jauh Melebihi Biaya Resmi*

Untuk diketahui, tarif resmi PNBP SIM A dan SIM C hanya Rp120.000. Jika ditambah tes kesehatan dan psikologi Rp100.000–Rp140.000, totalnya tak sampai Rp260.000. Jauh lebih murah dibanding tarif calo yang disebut Rp550.000 hingga Rp700.000.

Rekaman ini langsung dibanjiri komentar netizen. Akun @Ondel Bocil menulis, “dulu 750 , sekarang kok turun ya?,” tulisnya.

Sementara akun @marsaut juga ikut menimpali, “kejadian ini tidak boleh terjadi lagi, Wajib menjadi Perhatian bagi Dirlantas Mabes Polri, Propam, Polri, dan Polres Metro Bekasi Kota dan Kabupaten ....UP," tulisnya.

Akun@ missy ikut juga mengomentari, "w waktu itu 500...tp dah lama," tulis akun tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, wartawan sudah mencoba mengonfirmasi kebenaran video tersebut kepada Kasat Lantas Polres Metro Bekasi Kota Kompol Gefri Agitia. Namun belum ada tanggapan resmi dari pihak kepolisian.

Dugaan “jalur khusus” ini tentu mencoreng institusi. Publik kini menunggu, apakah ini benar keterlibatan oknum internal.(Bandaharo)