Jasa Raharja dan Korlantas Polri Dorong Respons Cepat Penanganan Kecelakaan Lewat Fitur Lapor Laka JRKu

Rabu, 20 Mei 2026 - 07:38 WIB

Bagikan atau simpan

thumbnail

SOROTBERITA | JAKARTA – PT Jasa Raharja menggelar kegiatan “Ngobrol Keselamatan Lalu Lintas Bareng Komunitas” dengan menghadirkan Korlantas Polri sebagai narasumber. 

‎‎Kegiatan tersebut bertujuan memperkuat sinergi dan membangun budaya keselamatan berlalu lintas di kalangan komunitas pengemudi online maupun konvensional.

‎Acara ini menjadi ruang diskusi dan edukasi yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan dalam ekosistem keselamatan jalan raya, mulai dari aparat kepolisian, rumah sakit, hingga komunitas pengemudi yang sehari-hari beraktivitas di jalan.

‎Direktur Utama PT Jasa Raharja, Muhammad Awaluddin, mengatakan komunitas pengemudi memiliki peran penting dalam meningkatkan kesadaran keselamatan berlalu lintas di masyarakat. 

‎Menurutnya, para pengemudi juga dapat menjadi bagian dari percepatan penyampaian informasi ketika terjadi kecelakaan lalu lintas.

‎Dalam kesempatan tersebut, Jasa Raharja turut menyosialisasikan fitur Lapor Laka pada aplikasi JRKu sebagai bagian dari transformasi digital pelayanan publik perusahaan. 

‎Fitur tersebut dirancang untuk mempermudah masyarakat melaporkan kecelakaan lalu lintas secara cepat dan terintegrasi guna mendukung percepatan penanganan korban.

‎“Penanganan pada masa golden period menjadi titik krusial untuk menekan fatalitas korban kecelakaan lalu lintas. Komunitas yang setiap hari berada di jalan raya dapat menjadi pihak pertama yang memberikan informasi lebih cepat,” ujar Awaluddin.

‎Ia menambahkan, kehadiran fitur tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat maupun keluarga korban yang mengalami kebingungan saat kecelakaan terjadi, terutama terkait langkah awal memperoleh penanganan dan informasi layanan secara cepat.

‎“Melalui kegiatan ini, kami ingin membangun kolaborasi bersama komunitas pengemudi sebagai bagian dari budaya keselamatan di jalan raya. 

‎Semakin cepat informasi diterima, semakin cepat pula penanganan dapat dilakukan. Karena itu, kami terus memperkuat transformasi digital pelayanan agar masyarakat memperoleh layanan yang lebih cepat, mudah, dan responsif,” katanya.

‎Sementara itu, Kakorlantas Polri Irjen Pol. Agus Suryo Nugroho menegaskan bahwa keselamatan lalu lintas membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk komunitas pengemudi yang berada di garis depan aktivitas jalan raya.

‎Menurut Agus, keselamatan berlalu lintas tidak dapat dibangun secara sendiri-sendiri, melainkan membutuhkan kolaborasi seluruh pihak yang memiliki kedekatan langsung dengan masyarakat.

‎“Fitur Lapor Laka di aplikasi JRKu ini merupakan langkah baik dalam pengembangan layanan digital dan masih dapat terus disempurnakan bersama. 

‎‎Intinya, bagaimana kita dapat melayani masyarakat secara bersama-sama karena keselamatan jiwa masyarakat adalah tanggung jawab bersama,” ujar Agus.

‎Dukungan terhadap inisiatif tersebut juga disampaikan Direktur Nonmedik RS Husada dr. Fushen, M.H., M.M., FISQua. Menurutnya, percepatan informasi kecelakaan sangat membantu rumah sakit dalam mempersiapkan penanganan medis terhadap korban.

‎“Kami menyambut baik fitur Lapor Laka ini karena dapat mempersingkat waktu dan meningkatkan efisiensi pelayanan terhadap pasien atau korban pada masa golden period, sehingga memperbesar peluang keberhasilan pelayanan medis,” ujarnya.

‎Perwakilan mitra pengemudi online dan konvensional juga menyambut baik sosialisasi fitur tersebut. Mereka menilai fitur Lapor Laka JRKu dapat membantu pengemudi berkontribusi lebih cepat dalam proses pelaporan kecelakaan di lapangan.

‎“Sangat mendukung adanya fitur di aplikasi JRKu ini. Semoga JRKu bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Dwi Susanti, salah satu perwakilan mitra pengemudi online.

‎Kegiatan ini turut dihadiri seluruh direksi Jasa Raharja, Direktur Administrasi dan Keuangan RS Pelni Fauziah Ferryna, perwakilan Rumah Sakit Polri Tingkat I Kramat Jati melalui Kabid Yanmedwat Kombes Pol. dr. Budi Satria, M.Sc., Sp.PD, perwakilan komunitas pengemudi dari Gojek, Grab, Maxim, inDrive, Xanh SM, dan Bluebird Group, serta Kepala Pusat Krisis dan Kegawatdaruratan Kesehatan Daerah.(Red)