PJBW ke 59 Bagikan 80 Paket Nasi untuk Pemulung

17 Jan 2026 Admin

SOROT BERITA | BEKASI - Berbuat baik kerap menuai penolakan bahkan fitnah dari orang-orang yang tidak menginginkan kebaikan. Namun, seorang muslih sejati beristiqamah berbuat kebaikan semata karena Allah SWT, bukan untuk pujian atau pamrih duniawi.

Ketua Umum Yayasan Humaniora Rumah Kemanusiaan, Eddie Karsito mengatakan, tantangan itulah yang dihadapi wartawan yang tergabung dalam Program Jumat Berkah Wartawan (PJBW), saat menjalankan dakwah bil mal (dakwah dengan harta).

ADVERTISEMENT

"Soal baik buruk itu sendiri seperti dua sisi mata uang. Fitnah, hasut, iri, dan dengki terkadang lahir di tengah ajakan kebaikan karena ada yang merasa tidak senang melihat kebaikan orang lain," ujar Eddie usai membagikan nasi kotak dan air mineral kepada pemulung dan pengamen jalanan di Sanggar Humaniora, Jatisampurna, Jumat (16/1/2026).

PJBW merupakan inisiatif sekelompok wartawan, yang menjalankan kegiatan sosial kemanusiaan untuk kaum dhuafa, pekerja informal, dan masyarakat membutuhkan. Aksi sosial ini dilaksanakan sebelum atau sesudah salat Jumat, sebagai wujud empati dan menjaga nurani insan pers agar tetap dekat dengan masyarakat.

Koordinator dan Inisiator PJBW, Agus Santosa, yang juga pendiri portal berita Posberitakota.com mengatakan, program ini sering berkolaborasi dengan Yayasan Humaniora Rumah Kemanusiaan, karena memiliki visi dan misi sama dalam membangun kepedulian terhadap kemanusiaan.

"Sinergitas PJBW dengan Yayasan Humaniora Rumah Kemanusiaan karena memang memiliki misi dan visi sama untuk membangun sikap kepedulian terhadap kemanusiaan. Sama-sama memilih kalangan masyarakat luas, baik dari kaum rentan maupun keluarga prasejahtera sebagai penerima manfaat karena dinilai tepat sasaran," kata Agus, wartawan senior Harian Poskota (1989-2019).

Pada pelaksanaan PJBW pekan ke-59, tim yang didampingi Kelana Muda, wartawan senior BBC sekaligus donatur tetap PJBW, berkeliling mendatangi pemulung di sepanjang Jalan Raya Transyogi Cibubur-Cikeas-Cileungsi.

Mereka juga mengunjungi tukang jahit di pasar tradisional, pengamen badut, penjual bensin eceran, pedagang es, hingga penjual kopi yang berpenghasilan pas-pasan.

Agus menjelaskan, memasuki tahun kedua (2025-2026), PJBW ingin dikembangkan tidak sekadar berbagi makanan dan minuman. Jelang Ramadan 1447 Hijriah/2026, PJBW akan dikembangkan menjadi Yayasan Jumat Berkah Wartawan (Yayasan JBW) dengan program sedekah barang.

"Saya bersama kedua penasehat PJBW, Yon Parjiono dan Kelana Muda, sudah mempersiapkan program sedekah barang yang nantinya dipaketkan dalam goodie bag. Item atau isinya meliputi kain sarung, sajadah, mukenah, kopiah, serta Al-Quran," jelas Agus.

Rencana tersebut mendapat persetujuan Yon Parjiono (media Suara Karya) dan Kelana Muda, serta dukungan sejumlah wartawan senior. Pada 17 Ramadan 1447 Hijriah/2026 mendatang, Yayasan JBW akan memiliki akta dan berbadan hukum resmi.

Pada Jumat pekan lalu, sebanyak 80-an kotak nasi dan empat dus air mineral botol tersalurkan kepada penerima manfaat yang tepat sasaran.

Meski hujan deras mengguyur, tim PJBW tetap mendatangi puluhan pemulung binaan Yayasan Humaniora Rumah Kemanusiaan di sepanjang Jalan Transyogi, Cibubur, Jakarta Timur hingga Cikeas-Cileungsi, Bogor. (***)