Sinergi Petugas Kloter Jadi Kunci Kenyamanan Jemaah Haji di Tanah Suci
Bagikan atau simpan
SOROTBERITA | KOTA BEKASI – Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Jakarta-Bekasi menekankan pentingnya sinergi antarpetugas dalam memberikan pelayanan kepada jemaah haji selama proses keberangkatan hingga pelaksanaan ibadah di Tanah Suci.
Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Pembinaan PPIH Embarkasi Jakarta-Bekasi, Hj. Rian Fauzi, saat kegiatan konsolidasi pembinaan bagi petugas kloter, ketua regu (Karu), dan ketua rombongan (Karom) di Asrama Haji Embarkasi Jakarta-Bekasi, Selasa (19/5/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Hj. Rian Fauzi mengatakan setiap kelompok terbang (kloter) yang masuk ke asrama haji mendapatkan pembinaan dan pengarahan agar seluruh petugas dapat menjalankan tugas secara maksimal demi kenyamanan dan keamanan jemaah.
“Kami menghimbau seluruh Karu dan Karom agar senantiasa bersinergi dengan para petugas kloter supaya para jemaah merasa aman, nyaman, dan benar-benar terlayani selama menjalankan ibadah haji,” ujar Hj. Rian Fauzi.
Ia menjelaskan, sistem pelayanan haji Indonesia memiliki pola pendampingan yang melibatkan Karu dan Karom untuk membantu kebutuhan jemaah secara langsung. Dalam satu regu, seorang Karu mendampingi sekitar 10 jemaah,
sedangkan satu Karom membawahi sekitar 40 jemaah.
Sementara itu, dalam satu kloter terdapat sekitar 11 rombongan dengan kurang lebih 44 ketua regu yang bertugas mendampingi jemaah selama perjalanan ibadah haji.
Menurutnya, seluruh unsur petugas mulai dari Karu, Karom, Ketua Kloter, hingga petugas lainnya harus membangun koordinasi yang baik agar pelayanan kepada jemaah berjalan optimal.
"Para petugas harus memahami tugas dan fungsinya masing-masing, baik sebagai Karu, Karom, maupun Ketua Kloter. Tujuannya agar seluruh jemaah merasa dilayani dan diperhatikan selama perjalanan ibadah haji,” katanya.
Hj. Rian Fauzi juga menekankan pentingnya koordinasi berjenjang sejak jemaah berada di asrama haji, bandara, hingga tiba di Arab Saudi. Ketua kloter diminta aktif berkoordinasi dengan PPIH di setiap titik pelayanan.
“Ketika masuk Asrama Haji harus berkoordinasi dengan PPIH Embarkasi Jakarta-Bekasi, kemudian saat di bandara berkoordinasi dengan PPIH Bandara, dan setibanya di Arab Saudi berkoordinasi dengan PPIH Mekkah maupun PPIH Madinah,” jelasnya.
Ia menambahkan, koordinasi yang berkesinambungan diharapkan dapat membantu pemantauan kondisi jemaah sehingga kebutuhan maupun kendala yang dihadapi dapat segera ditangani.
PPIH Embarkasi Jakarta-Bekasi berharap seluruh petugas kloter terus menjaga kekompakan serta meningkatkan pelayanan agar jemaah dapat menjalankan ibadah haji dengan aman, nyaman, dan lancar hingga kembali ke Tanah Air.(Regar)






