Warga Keluhkan Jalan Rusak di Bantargebang, Kecamatan Koordinasikan Penanganan

Selasa, 19 Mei 2026 - 03:01 WIB

Bagikan atau simpan

thumbnail

SOROTBERITA | KOTA BEKASI – Sejumlah warga di Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi, mengeluhkan kondisi jalan rusak yang dinilai mengganggu aktivitas dan membahayakan pengguna jalan. 

‎Kerusakan berupa jalan berlubang ditemukan di beberapa titik dan disebut semakin rawan saat hujan turun karena permukaan jalan menjadi licin.

‎Warga berharap pemerintah segera melakukan perbaikan, mengingat jalan tersebut menjadi akses penting untuk kegiatan sehari-hari, seperti bekerja, bersekolah, dan aktivitas ekonomi masyarakat.

‎Menanggapi keluhan tersebut, pihak Kecamatan Bantargebang menggelar koordinasi terkait langkah penanganan yang dapat dilakukan. 

‎‎Sekretaris Kecamatan Bantargebang, Adventus Pardosi, S.E., mengatakan pihaknya terus berupaya mencari solusi agar permasalahan jalan rusak dapat segera ditindaklanjuti.

‎Menurut Adventus, dalam kondisi tertentu pemerintah memiliki kewenangan mengambil langkah diskresi untuk kepentingan masyarakat.

‎“Kewenangan untuk mengambil keputusan diskresi guna mengatasi masalah publik yang mendesak memungkinkan pejabat mengambil tindakan demi kelancaran pelayanan dan penyelesaian masalah di lapangan,” ujar Adventus dalam keterangannya.

‎Ia menambahkan, langkah tersebut dapat menjadi salah satu upaya percepatan penanganan apabila kondisi di lapangan membutuhkan tindakan segera demi keselamatan dan kenyamanan masyarakat. 

‎‎Namun, pihak kecamatan tetap akan berkoordinasi dengan dinas terkait agar proses penanganan berjalan sesuai aturan dan kewenangan yang berlaku.

‎Warga berharap Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi segera merealisasikan perbaikan jalan agar mobilitas masyarakat kembali lancar dan risiko kecelakaan dapat diminimalkan.

‎Pihak Kecamatan Bantargebang memastikan aspirasi masyarakat akan terus disampaikan kepada instansi terkait agar penanganan infrastruktur jalan menjadi perhatian dan prioritas pemerintah daerah.‎(Regar)