Tasyakuran HUT ke-29 Kota Bekasi di Pondok Gede Angkat Tema Toleransi dan Harmonisasi

Kamis, 30 Apr 2026 - 06:08 WIB

Bagikan atau simpan

thumbnail

SOROTBERITA | Kota Bekasi — Pemerintah Kecamatan Pondok Gede menggelar tasyakuran Hari Ulang Tahun (HUT) ke-29 Kota Bekasi dengan mengusung tema “Asta Cita Bersama Toleransi untuk Harmonisasi Lintas Agama Menuju Indonesia Maju”. 

‎Kegiatan tersebut berlangsung dalam suasana kebersamaan dan dihadiri berbagai unsur masyarakat serta tokoh lintas agama.

‎Acara tersebut dihadiri para lurah se-Kecamatan Pondok Gede, perwakilan Majelis Ulama Indonesia, Dewan Masjid Indonesia, Forum Kerukunan Umat Beragama, serta para pengurus FKUB tingkat kelurahan.

‎Camat Pondok Gede, Zainal Abidin Syah, mengatakan kegiatan tersebut menjadi momentum mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat harmonisasi antarumat beragama di wilayahnya.

‎“Puji syukur kita panjatkan, hari ini kita dapat hadir bersama dalam kegiatan tasyakuran HUT Kota Bekasi, halalbihalal, serta pertemuan harmonisasi FKUB se-Kecamatan Pondok Gede yang juga melibatkan pelaku UMKM,” ujar Zainal dalam sambutannya.

‎Ia menjelaskan, meski peringatan HUT Kota Bekasi jatuh pada bulan Ramadan lalu, kegiatan tasyakuran baru dapat dilaksanakan bersamaan dengan agenda silaturahmi masyarakat.

‎Dalam kesempatan itu, Zainal juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat apabila masih terdapat pelayanan publik yang belum optimal. 

‎‎Menurut dia, Pemerintah Kecamatan Pondok Gede berkomitmen terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

‎Selain itu, ia menekankan pentingnya implementasi konsep Asta Cita sebagai bagian dari arah pembangunan menuju Indonesia Emas 2045. Menurutnya, harmonisasi sosial, penguatan ekonomi masyarakat, lingkungan, pendidikan, dan kesehatan merupakan tanggung jawab bersama seluruh pemangku kepentingan.

‎Di bidang ekonomi, Pemerintah Kecamatan Pondok Gede mendorong penguatan koperasi di tingkat kelurahan, termasuk pengembangan Koperasi Merah Putih yang mulai berjalan di Kelurahan Jatimakmur.

‎Sementara dalam bidang lingkungan, masyarakat diajak lebih aktif mengelola sampah melalui pemanfaatan bak sampah di tingkat RW untuk mengurangi beban tempat pembuangan akhir (TPA).

‎Zainal turut mengapresiasi capaian Kota Bekasi yang dinilai berhasil menjaga toleransi antarumat beragama. Menurutnya, hal tersebut merupakan hasil kolaborasi masyarakat dan seluruh stakeholder dalam menjaga kondusivitas wilayah.

‎“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh warga dan stakeholder yang telah menjaga harmonisasi dan keamanan wilayah. Semoga Pondok Gede terus menjadi wilayah yang kondusif dan harmonis,” katanya.

‎Kegiatan tasyakuran tersebut juga menjadi sarana memperkuat komitmen bersama dalam membangun masyarakat yang toleran, harmonis, dan berdaya saing menuju Indonesia maju.‎(Regar)