BAZNAS RI Kucurkan Rp800 Juta, Bekasi Jadi Kota Pertama Cetak UMKM Naik Kelas Lewat Digital Marketing.
Bagikan atau simpan
SOROTBERITA | KOTA BEKASI-, Kota Bekasi menjadi titik awal program nasional Pelatihan Konten dan Digital Marketing yang digagas Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bekerja sama dengan Digimonusa. Program pemberdayaan UMKM ini didukung anggaran sebesar Rp800 juta dan akan digelar di 10 kota di Indonesia sepanjang 2026.
Pelatihan yang berlangsung di Asrama Haji Kota Bekasi pada 29–30 Juli 2026 itu disambut antusias para pelaku usaha. Dari 160 pendaftar, hanya 36 peserta yang berhasil lolos seleksi, dengan mayoritas berasal dari Kota Bekasi.
Ketua BAZNAS Kota Bekasi, Sudarsono, mengatakan pelatihan ini merupakan langkah nyata BAZNAS dalam meningkatkan kemampuan pelaku UMKM menghadapi persaingan di era digital. Menurutnya, penguasaan konten kreatif dan strategi pemasaran digital menjadi kunci agar produk lokal mampu menembus pasar yang lebih luas.
"BAZNAS Kota Bekasi hadir untuk meningkatkan kualitas SDM pelaku UMKM agar mampu bersaing melalui pemasaran digital dan media sosial, sehingga produknya semakin dikenal masyarakat," ujar Sudarsono, Rabu (29/7/2026).
Ia berharap seluruh peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menerapkan ilmu yang diperoleh untuk meningkatkan penjualan dan mengembangkan usahanya.
Direktur Pendayagunaan dan Layanan UPZ dan CSR BAZNAS RI, Eka Budhi Sulistyo, mengajak peserta memanfaatkan pelatihan ini sebagai momentum untuk membawa usahanya naik kelas.
"Gunakan kesempatan ini sebaik-baiknya agar produk semakin dikenal masyarakat dan omzet usaha terus meningkat," katanya.
Menurut Eka, anggaran Rp800 juta yang dialokasikan BAZNAS merupakan investasi pemberdayaan ekonomi umat melalui peningkatan kapasitas pelaku UMKM di berbagai daerah.
Sementara itu, Ketua Dekranasda Kota Bekasi, Wiwiek Hargono, menegaskan bahwa keberhasilan usaha tidak cukup hanya mengandalkan ilmu, tetapi juga harus dibarengi dengan praktik dan konsistensi.
"Ilmu dan praktik harus berjalan beriringan. Jangan sampai sudah mengikuti pelatihan, tetapi ilmunya tidak diterapkan dalam mengembangkan usaha," tegasnya.
Wiwiek juga mendorong para pelaku UMKM untuk bergabung dengan Dekranasda Kota Bekasi agar memiliki peluang mengikuti kurasi produk, pameran, hingga promosi di tingkat regional maupun nasional.
Ia pun menutup pesannya dengan mengingatkan pentingnya menjaga nilai-nilai spiritual dalam menjalankan usaha.
"Jadilah pengusaha yang sukses tanpa melupakan Sang Pencipta. Ketika usaha berkembang, jangan lupa menunaikan zakat melalui BAZNAS," pungkasnya.(Regar)






