Ducting Pertama Diluncurkan, Pemkot Bekasi Perkuat Penataan Kabel dan Utilitas Kota

Selasa, 05 Mei 2026 - 09:04 WIB

Bagikan atau simpan

thumbnail

‎SOROTBERITA | Kota Bekasi — Pemerintah Kota Bekasi mulai melakukan penataan utilitas kota melalui peluncuran ducting pertama sebagai jalur terpadu jaringan kabel di kawasan Taman Cut Mutia, 

‎Selasa (5/5/2026). Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menciptakan tata kelola infrastruktur yang lebih tertib dan terintegrasi.

‎Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, menegaskan proyek penataan utilitas tersebut harus berjalan secara berkelanjutan dan tidak berhenti di satu titik saja.

‎“Ducting ini sudah mulai berjalan, jangan sampai redup di tengah jalan. Harus berkelanjutan dan menyasar titik-titik lain di seluruh wilayah Kota Bekasi,” ujar Tri dalam keterangannya.

‎Peluncuran pemasangan ducting yang dikerjakan oleh Mitra Patriot itu diharapkan menjadi awal penataan kabel bawah tanah yang lebih rapi dan aman. 

‎Pemerintah Kota Bekasi juga menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor agar seluruh pekerjaan utilitas dapat berjalan optimal.

‎Menurut Tri, setiap pekerjaan galian harus terintegrasi dan dilakukan melalui mekanisme perizinan resmi. 

‎‎Ia mengaku masih menerima laporan masyarakat terkait aktivitas galian tanpa izin di sejumlah wilayah, khususnya di Kecamatan Pondok Gede dan Jatiasih.

‎“Pekerjaan seperti ini tidak boleh lagi dilakukan sembarangan. Harus resmi dan berkolaborasi dengan Pemkot Bekasi,” katanya.

‎Selain koordinasi antarinstansi, Pemkot Bekasi juga mendorong keterlibatan masyarakat dalam proses perencanaan hingga pengawasan proyek infrastruktur. 

‎Melalui mekanisme Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), peran Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) serta RT/RW dinilai penting dalam memperkuat pengawasan di lingkungan masing-masing.

‎Tri juga meminta seluruh pemangku kepentingan, termasuk perusahaan daerah air minum dan pihak swasta, untuk saling terhubung dalam setiap pekerjaan utilitas. 

‎‎Ia menekankan bahwa pekerjaan galian pipa harus terintegrasi dengan sistem ducting serta berkoordinasi dengan Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (BMSDA).

‎“Jangan sampai jalan sudah digali, lalu ditinggal begitu saja hingga merusak infrastruktur. Semua harus terkoneksi dan dikerjakan secara tuntas,” ujarnya.

‎Pemerintah Kota Bekasi berharap sistem utilitas yang terintegrasi dapat membuat pembangunan infrastruktur lebih efisien dan merata. 

‎‎Penataan tersebut juga ditujukan untuk mengurangi keluhan masyarakat terkait kondisi galian jalan yang dinilai semrawut.

‎Dalam pelaksanaannya, Pemkot Bekasi turut menggandeng PT Infrastruktur Cerdas Nusantara guna mendukung pengembangan sistem utilitas kota yang lebih modern dan tertata.

‎“Ke depan, kita ingin pekerjaan ini tidak hanya cepat, tapi juga rapi, terkoordinasi, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tutup Tri.‎(Red)