Merasa Tak Pernah Memberi Persetujuan, Keluarga Latifah Salim Keberatan Alamat Rumah Digunakan Yayasan
SOROTBERITA | JAKARTA- ,Suasana di kediaman Ibu Latifah Salim (86) di Jalan Kemandoran 7 RT 05 RW 03 memanas. Keluarga besar ahli waris melayangkan protes keras karena Yayasan Ketupay atau Kemandoran Tujuh Peduli Anak Yatim diduga mencantumkan alamat rumah tersebut tanpa izin.
Pernyataan sikap itu disampaikan perwakilan keluarga bersama Ibu Latifah di hadapan awak media, Sabtu (1/8/2026).
Sudah Ada Bukti dan Tanda Tangan 9 Ahli Waris

Perwakilan keluarga, Firman, mengatakan pihaknya sudah memegang bukti otentik berupa surat pernyataan dan tanda tangan 9 anak Ibu Latifah.
Isinya satu: menolak alamat rumah orang tua mereka dipakai yayasan.
“Kami sudah punya bukti bahwasanya Ibu kami, Ibu Latifah Salim dan anak-anaknya tidak setuju dengan adanya yayasan tersebut, karena yayasan tersebut tidak seizin kepada keluarga Ibu Latifah Salim beserta anaknya,” kata Firman di kediamannya.
Ia menegaskan keluarga tidak melarang kegiatan sosial. Yang keberatan hanya soal alamat.
“Kami tidak keberatan dengan aktivitasnya, tetapi ibu saya merasa keberatan alamatnya dipergunakan,” ujarnya.
RT dan RW setempat disebut sudah mengetahui persoalan ini.
Cek ke Notaris, Nama Jalan Kemandoran 7 Tercantum
Tak terima, keluarga lalu mengecek ke notaris wilayah Jakarta Selatan pada 18 Mei 2026. Hasilnya mengejutkan.
Alamat Jalan Kemandoran 7 RT 5 RW 3 memang terdaftar sebagai alamat pendirian Yayasan Ketupay.
“Ternyata benar alamat tersebut adalah Yayasan Ketupay yang tercantum alamat di sini tanpa seizin kepada pemilik rumah dan kepada keluarga kami juga, anak-anaknya,” kata Firman.
Keluarga pun meminta pendiri yayasan segera merevisi alamat yang digunakan.
Mediasi Gagal, Pengurus Yayasan Tak Hadir
Upaya damai sempat dilakukan. Pada 23 Juni 2026, keluarga mengundang tokoh masyarakat, Ketua RT, RW, Bhabinsa, Bhabinkamtibmas, hingga seluruh pengurus Yayasan Ketupay.
Sayangnya, undangan itu tak digubris. “Kami sangat sayangkan dan kecewa. Padahal kami inisiatif supaya tidak timbul masalah di kemudian hari. Kami hanya minta tolong dicabut berkas alamat ini alias merevisi, itu saja,” ucap Firman kecewa.
Ibu Latifah: Malu Sama Tetangga, Jangan Pakai Alamat Ini

Dengan suara bergetar, Ibu Latifah menyampaikan unek-uneknya. Ia merasa malu dan tidak nyaman.
“Saya sebenarnya malu sama tetangga. Anak saya banyak, bukan satu dua. Kenapa tidak kompromi dulu? Saya tidak senang kalau tidak izin anak saya, tidak izin sama saya, apalagi menyangkut dana santunan anak yatim,” kata Ibu Latifah.
Nenek 9 anak ini menegaskan dirinya tidak melarang kegiatan membantu anak yatim. Tapi ia tidak mau rumahnya terseret masalah.
“Intinya alamat itu harus direvisi. Kalau kegiatan di luar, pakai alamat lain silakan. Saya sudah tidak mau ada alamat yayasan di sini,” tegasnya.
Tuntutan Keluarga: Cabut Segera Alamat Kami
Sampai saat ini keluarga berharap Yayasan Ketupay segera mencabut alamat Jalan Kemandoran 7 dari semua dokumen administrasi dan legalitas.
“Kami tidak bermaksud negatif. Kami hanya ingin bersih. Jangan ada aktivitas lagi di sini pakai alamat ini,” pungkas Ibu Latifah.
Hingga berita ini diturunkan, pihak pengurus Yayasan Ketupay belum dapat dikonfirmasi terkait tuntutan tersebut.(Regar)






