SOROTBERITA | JAKARTA — Jasa Raharja bersama Korps Lalu Lintas Kepolisian Negara Republik Indonesia melakukan peninjauan ke Command Center Kilometer 29 pada 23 Maret 2026. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kesiapan pengamanan dan kelancaran arus balik Idulfitri 2026.
Direktur Hubungan Kelembagaan Jasa Raharja, Dewi Aryani Suzana, turut hadir dalam peninjauan tersebut. Ia memantau langsung kesiapan sistem pengendalian lalu lintas serta koordinasi antarinstansi di lapangan. Command Center KM 29 dinilai sebagai salah satu titik strategis dalam pengelolaan arus kendaraan, khususnya saat puncak arus balik Lebaran.
Dalam menghadapi potensi lonjakan volume kendaraan, Korlantas Polri bersama sejumlah pemangku kepentingan telah menyiapkan berbagai skema rekayasa lalu lintas. Di antaranya penerapan contraflow, sistem satu arah (one way), serta ganjil-genap yang akan diberlakukan secara situasional sesuai kondisi di lapangan.
Dewi menyatakan bahwa keterlibatan Jasa Raharja merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung keselamatan masyarakat selama periode mudik dan arus balik.
“Peninjauan ini untuk memastikan kesiapan personel dan sistem operasional berjalan optimal. Kami terus berkoordinasi dengan Korlantas Polri dan seluruh pemangku kepentingan agar arus balik dapat berlangsung aman dan lancar,” ujar Dewi dalam keterangan resminya, Selasa (24/3/2026).
Selain itu, Jasa Raharja memastikan layanan santunan kecelakaan lalu lintas tetap siaga selama periode Lebaran sebagai bentuk perlindungan dasar bagi masyarakat pengguna jalan.
Sementara itu, Korlantas Polri menegaskan pentingnya sinergi dengan berbagai pihak dalam menjaga kelancaran arus balik. Pengawasan intensif dilakukan di sejumlah titik rawan, termasuk jalur contraflow dan bahu jalan, untuk meminimalkan potensi hambatan lalu lintas.
Berdasarkan proyeksi, puncak arus balik Idulfitri 2026 diperkirakan terjadi dalam dua gelombang, yakni pada 24–25 Maret dan 28–29 Maret 2026. Untuk itu, optimalisasi personel serta sistem pemantauan lalu lintas secara real-time terus dilakukan guna merespons dinamika di lapangan secara cepat dan tepat.(Red)

