Pemkot Bekasi Gandeng Komunitas Inovasi Kembangkan Konsep Zero Runoff untuk Penanganan Banjir

Selasa, 12 Mei 2026 - 11:29 WIB

Bagikan atau simpan

thumbnail

SOROTBERITA | KOTA BEKASI — Pemerintah Kota Bekasi menggandeng Aliansi Pemuda Cerdas Inovatif dan pengembang platform digital dalam upaya memperkuat penanganan banjir melalui penerapan konsep Zero Runoff. 

‎‎Kolaborasi tersebut dibahas dalam diskusi strategis di Aula Nonon Sonthanie, Pemerintah Kota Bekasi, Selasa (12/5/2026).

‎Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, mengatakan penanganan banjir memerlukan langkah terpadu yang tidak hanya berfokus pada normalisasi drainase, tetapi juga pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan.

‎“Permasalahan banjir harus ditangani secara bersama-sama dengan inovasi dan langkah nyata. Konsep Zero Runoff menjadi solusi jangka panjang agar air hujan dapat diserap langsung ke tanah dan tidak membebani drainase kota,” ujar Tri Adhianto.

‎Konsep Zero Runoff merupakan metode pengelolaan air hujan dengan meminimalkan limpasan air ke saluran drainase melalui penyerapan langsung di area sumber. 

‎‎Penerapan konsep tersebut dilakukan melalui pembangunan sumur resapan, kolam retensi, biopori, dan taman resapan air di kawasan permukiman maupun area komersial.

‎Selain itu, Pemerintah Kota Bekasi juga memperkenalkan platform digital “SERAP” yang dirancang sebagai sarana pemantauan dan kolaborasi dalam pengelolaan air di lingkungan masyarakat serta kawasan pembangunan baru.

‎Menurut Tri Adhianto, kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, pengembang, dan pelaku usaha menjadi faktor penting dalam menciptakan sistem penanganan banjir yang lebih efektif dan berkelanjutan.

‎“Kami ingin Kota Bekasi menjadi contoh bagaimana persoalan banjir dapat ditangani melalui kolaborasi, teknologi, dan kepedulian lingkungan,” katanya.

‎Dalam kegiatan tersebut juga dijelaskan bahwa penerapan konsep Zero Runoff telah memiliki dasar hukum melalui Peraturan Daerah Kota Bekasi Nomor 06 Tahun 2020 tentang Sistem Drainase. 

‎‎Regulasi tersebut mewajibkan setiap pemilik lahan atau bangunan untuk mengelola air hujan di area masing-masing guna mengurangi beban drainase kota.

‎Pemerintah Kota Bekasi berharap langkah kolaboratif tersebut dapat memperkuat upaya pengendalian banjir serta menciptakan lingkungan perkotaan yang lebih aman, nyaman, dan berkelanjutan bagi masyarakat.‎(Red)