PPP Kota Bekasi: Idul Adha Momentum Keberanian Berkurban dan Berkorban untuk Sesama
Bagikan atau simpan
SOROTBERITA | BEKASI – Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah menjadi momen penting bagi umat Muslim untuk meningkatkan kepedulian sosial, keikhlasan, dan semangat berbagi dengan sesama. Pesan tersebut disampaikan oleh Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kota Bekasi sekaligus Anggota DPRD Kota Bekasi, H. Nawal Husni, M.M., dalam keterangannya kepada awak media, Kamis (28 Mei 2026), di Sekretariat DPC PPP Kota Bekasi.
Menurut Nawal, makna perayaan Idul Adha tidak hanya sebatas ritual penyembelihan hewan kurban semata, namun memiliki nilai filosofis yang mendalam tentang pengorbanan dalam kehidupan sehari-hari. Ia membedakan esensi makna antara Idul Fitri dan Idul Adha sebagai pembeda karakter ibadah dan pesan yang dibawakan.
"Idul Adha itu adalah momen untuk berani berkurban dan berkorban. Jika Idul Fitri identik dengan saling memaafkan dan menyucikan diri, maka Idul Adha mengajarkan kita semua untuk rela berkorban demi kepentingan bersama dan tulus membantu sesama yang membutuhkan," tegas Nawal.
Lebih lanjut, ia berharap semangat berkurban tersebut dapat menjadi inspirasi bagi seluruh lapisan masyarakat Kota Bekasi. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya diharapkan mampu mempererat solidaritas sosial serta meningkatkan rasa kepedulian terhadap mereka yang kurang beruntung di tengah masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Nawal juga mengajak seluruh kader PPP dan warga Kota Bekasi untuk menjadikan Idul Adha sebagai sarana memperkuat nilai kebersamaan, semangat gotong royong, serta mempererat tali silaturahmi antarwarga tanpa memandang latar belakang.
"Melalui perayaan Idul Adha, kita belajar tentang keikhlasan, pengabdian, dan kepedulian sosial yang nyata. Semoga semangat berkurban ini senantiasa membawa keberkahan, serta semakin memperkokoh persatuan dan kesatuan di tengah masyarakat Kota Bekasi," tambahnya.
Puncak pesan yang disampaikan adalah harapan agar perayaan Idul Adha tahun ini tidak hanya berhenti sebagai seremonial keagamaan saja, melainkan mampu menumbuhkan semangat berbagi yang nyata dan memperkuat rasa kemanusiaan dalam kehidupan bermasyarakat sehari-hari.(Regar)






