Plt Ketua PPP Bekasi H. Nawal Husni: Kita Ingin Damai, "I Want Peace", PPP Siap Benahi Internal & Regenerasi

Minggu, 03 Mei 2026 - 09:06 WIB

Bagikan atau simpan

thumbnail

SOROTBERITA | BEKASI – Usai pelaksanaan Musyawarah Cabang (Muscab) ke-IX yang berlangsung lancar di Merapi Merbabu Hotel, Minggu (3/5/2026), Plt. Ketua DPC PPP Kota Bekasi, H. Nawal Husni, MM, menegaskan komitmennya untuk segera melakukan konsolidasi dan pembenahan internal partai.

 Menurutnya, arah langkah partai sudah ditentukan oleh DPP, sehingga tugas utama di daerah adalah memperkuat barisan. Nawal menekankan pentingnya kolaborasi antar generasi dalam kepengurusan.

 "Langkah sudah dikuorumkan oleh DPP, langkah kita tetap konsolidasi. Yang paling penting adalah pembenahan internal. Kita wajib berkolaborasi antara senior dan junior, antara yang tua dan muda, karena di kita banyak senior yang masih berada di kepengurusan," tegas Nawal Husni.

 Terkait situasi internal, Nawal memastikan tidak ada perpecahan di tubuh PPP Kota Bekasi. Ia menyebut dinamika yang terjadi adalah hal biasa dalam setiap kegiatan organisasi.

 "Tidak ada isu perpecahan, semua kita rangkul. Memang di dalam politik, setiap mau Muscab, Muswil, atau Munas pasti ada riak-riak kecil, tapi itu biasa. Terbukti kita damai-damai saja sampai selesai. Kalau bahasa kerennya, 'I Want Peace', kita ingin yang damai-damai saja," ujarnya.

 Ia juga mengaku akan tetap merangkul 5 perwakilan yang belum hadir dalam muscab, kemungkinan besar karena ada halangan lain.

Hadapi Tantangan, PPP Inklusif Bukan Eksklusif

Nawal mengakui ada PR berat yang dihadapi partai, terutama setelah menurunnya jumlah kursi di legislatif. Target utamanya adalah meminimalisir kekurangan tersebut agar minimal tetap memiliki fraksi yang kuat.

 "Partai lain sudah berlari, kami baru mulai jalan. Jadi perbaikan internal dan regenerasi harus dilakukan sambil membuka kolaborasi seluas-luasnya," tambahnya.

 Sebagai partai berazas Islam, Nawal menegaskan PPP mengusung nilai Islam Rahmatan Lil 'Alamin. Partai ini bersifat inklusif dan terbuka untuk semua kalangan, termasuk pemilih dari latar belakang yang beragam.

 "Di bawah kepemimpinan saya, Insya Allah PPP ini inklusivitas, bukan eksklusiv. Pemilih saya banyak yang Nasrani, teman saya banyak yang Nasrani. Tidak ada yang menyimpang, justru ini satu akidah, satu tujuan, rahmatan lil 'alamin. PPP hanya wadah politik untuk menggapai itu semua," pungkasnya.(Regar)