Wawali Bekasi Tekankan Kolaborasi Pusat dan Daerah pada Peringatan Hari Otonomi Daerah

Senin, 27 Apr 2026 - 11:37 WIB

Bagikan atau simpan

thumbnail

SOROTBERITA| KOTA BEKASI — Pemerintah Kota Bekasi menggelar upacara peringatan Hari Otonomi Daerah ke-XXX yang berlangsung khidmat pada Senin (27/4/2026). Upacara tersebut dipimpin oleh Wakil Wali Kota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe, mewakili Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto.

Kegiatan ini dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), serta aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Bekasi.

Dalam kesempatan tersebut, Abdul Harris Bobihoe membacakan sambutan tertulis Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia. Dalam sambutan itu, pemerintah pusat menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemerintah daerah, tokoh masyarakat, akademisi, insan pers, dan elemen bangsa yang dinilai berkontribusi dalam pelaksanaan otonomi daerah.

Menteri Dalam Negeri juga menekankan pentingnya kolaborasi dan partisipasi aktif sebagai pilar utama dalam memperkuat tata kelola pemerintahan daerah yang responsif, transparan, dan akuntabel.

“Sinkronisasi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci utama dalam keberhasilan pembangunan nasional,” ujar Abdul Harris Bobihoe saat membacakan sambutan tersebut.

Disebutkan pula bahwa Indonesia memiliki keragaman budaya, sumber daya alam, serta potensi daerah yang besar. Namun, potensi tersebut dinilai tidak akan optimal tanpa adanya sinergi yang kuat antar tingkatan pemerintahan.

Peringatan Hari Otonomi Daerah tahun ini mengusung tema “Dengan Otonomi Daerah Kita Wujudkan Asta Cita”, yang mencerminkan kemandirian serta tanggung jawab daerah dalam mengelola potensi lokal guna mendukung pembangunan nasional.

Selain itu, pemerintah pusat menyoroti sejumlah program prioritas nasional yang terbagi dalam delapan klaster, antara lain kedaulatan pangan, kemandirian energi dan air, pendidikan, kesehatan, hilirisasi dan industrialisasi, infrastruktur dan ketahanan bencana, ekonomi kerakyatan dan desa, serta penurunan kemiskinan.

Dalam sambutan tersebut juga disampaikan bahwa reformasi birokrasi berbasis hasil, yang diperkuat dengan digitalisasi dan inovasi daerah, terus didorong untuk menciptakan tata kelola pemerintahan yang modern. Hingga saat ini, tercatat sebanyak 305 Mal Pelayanan Publik telah beroperasi di berbagai daerah.

Di sisi lain, pemerintah masih menghadapi tantangan berupa kapasitas fiskal daerah yang belum merata serta tingginya ketergantungan sejumlah daerah terhadap dana transfer pusat. Persoalan pengelolaan sampah dan ketimpangan pembangunan juga menjadi perhatian.

Menutup sambutan, Abdul Harris Bobihoe menyampaikan ucapan selamat Hari Otonomi Daerah ke-XXX Tahun 2026. Ia berharap momentum ini dapat memperkuat semangat dalam mewujudkan pemerintahan daerah yang lebih baik dan berdaya saing.

“Peningkatan kapasitas daerah, baik dari sisi sumber daya manusia, keuangan, maupun kelembagaan, menjadi hal penting dalam mendukung pelaksanaan otonomi daerah yang efektif,” katanya.(Red)