Wakapolri Dorong Brimob Tingkatkan Kapabilitas Hadapi Tantangan Modern
Bagikan atau simpan
SOROTBERITA | Depok — Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri), Dedi Prasetyo, mendorong Korps Brigade Mobil (Brimob) Polri untuk terus meningkatkan kapabilitas, profesionalisme, serta modernisasi satuan dalam menghadapi tantangan keamanan yang semakin kompleks.
Hal tersebut disampaikan dalam Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Korbrimob Polri Tahun Anggaran 2026 yang digelar pada Kamis (23/4/2026) di Gedung Satya Haprabu, Mako Brimob Polri, Kelapa Dua, Depok.
Kegiatan tersebut dihadiri Dankorbrimob Polri Ramdani Hidayat, Wadankorbrimob Polri Irjen Pol. Reza Arief Dewanto, serta para pejabat utama Korbrimob dan Komandan Satuan (Dansat) Brimob dari seluruh Indonesia.
Dalam arahannya, Wakapolri menyampaikan apresiasi terhadap kinerja Korbrimob Polri sepanjang tahun 2025. Ia menyebut sejumlah capaian, seperti keberhasilan pelaksanaan Operasi Damai Cartenz, partisipasi dalam ajang internasional World Police & Fire Games, serta perolehan penghargaan Kompolnas Award sebagai satuan kerja Mabes Polri terbaik.
Menurutnya, ke depan Brimob akan menghadapi tantangan yang semakin kompleks, termasuk ancaman keamanan hybrid yang menggabungkan gangguan fisik, provokasi digital, dan disinformasi. Oleh karena itu, peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan sistem, serta strategi yang adaptif dinilai menjadi kunci.
Wakapolri juga menekankan pentingnya perubahan pendekatan dalam pelayanan kepada masyarakat melalui prinsip “melayani, bukan menghadapi”. Ia menyatakan Brimob diharapkan hadir sebagai pelindung dan pengayom yang mampu memberikan rasa aman.
Selain itu, penguatan tugas berbasis riset turut menjadi perhatian, antara lain melalui pengembangan pusat studi kepolisian yang melibatkan ekosistem akademik guna meningkatkan kemampuan analisis terhadap berbagai potensi ancaman.
Di sisi lain, Wakapolri menyoroti pentingnya percepatan adaptasi teknologi modern dalam pelaksanaan tugas, seperti pemanfaatan kecerdasan buatan (artificial intelligence), drone pengawasan, serta kamera tubuh (body-worn camera) untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas.
Ia juga mengingatkan kesiapsiagaan personel dalam menghadapi potensi bencana, khususnya musim kemarau yang berpotensi meningkatkan kebakaran hutan dan lahan. Kesiapan alat utama dan personel SAR dinilai penting untuk mendukung respons cepat di lapangan.
Sebagai bagian dari pengembangan ke depan, Wakapolri memaparkan peta jalan transformasi Korbrimob yang mencakup pembangunan fondasi, penguatan kapabilitas, hingga pencapaian standar global, baik pada aspek fisik maupun siber.
Menutup arahannya, Wakapolri menegaskan bahwa peningkatan jumlah personel harus diimbangi dengan sistem yang kuat, strategi yang tepat, serta kualitas sumber daya manusia yang profesional dan humanis.
Polri, lanjutnya, berkomitmen untuk terus memperkuat Korbrimob sebagai satuan yang modern, adaptif, dan terpercaya dalam memberikan perlindungan serta pelayanan kepada masyarakat.(*)






