Digitalisasi Pelayanan Jadi Kunci Jasa Raharja Percepat Penyaluran Santunan bagi Korban Kecelakaan
Bagikan atau simpan
SOROTBERITA | JAKARTA – PT Jasa Raharja terus memperkuat komitmennya dalam memberikan perlindungan dasar kepada masyarakat melalui pelayanan yang cepat, tepat, transparan, dan berbasis digital.
Hingga Mei 2026, perusahaan telah menyalurkan santunan sebesar Rp1,22 triliun kepada korban kecelakaan lalu lintas jalan dan penumpang angkutan umum di seluruh Indonesia.
Direktur Utama PT Jasa Raharja, Muhammad Awaluddin, mengatakan pelayanan santunan merupakan wujud kehadiran negara dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat. Karena itu, Jasa Raharja terus melakukan transformasi layanan agar proses pengajuan dan penyaluran santunan semakin mudah diakses, cepat, dan memberikan kepastian bagi korban maupun ahli waris.
"Kami ingin memastikan setiap korban maupun ahli waris memperoleh haknya secara cepat, tepat, dan transparan. Kehadiran Jasa Raharja bukan hanya memberikan santunan, tetapi juga menghadirkan rasa aman bahwa negara hadir ketika masyarakat menghadapi musibah," ujar Awaluddin.
Berdasarkan data hingga Mei 2026, Jasa Raharja telah memberikan santunan kepada 55.617 korban, yang terdiri atas 10.734 korban meninggal dunia dan 44.883 korban luka-luka. Total santunan yang disalurkan mencapai Rp1,22 triliun, dengan rincian Rp581 miliar untuk korban meninggal dunia dan Rp641 miliar bagi korban luka-luka.
Menurut Awaluddin, capaian tersebut didukung oleh transformasi digital yang terus dikembangkan perusahaan, salah satunya melalui integrasi pelayanan dengan rumah sakit menggunakan aplikasi JRCare. Sistem tersebut memungkinkan proses penjaminan biaya perawatan korban luka-luka berlangsung lebih cepat dan efisien.
Hingga Mei 2026, sebanyak 2.841 rumah sakit telah terhubung dengan sistem pelayanan Jasa Raharja. Integrasi tersebut menyederhanakan proses administrasi sehingga korban dapat segera memperoleh penanganan medis tanpa terkendala proses penjaminan.
"Kami meyakini bahwa perlindungan terbaik tidak hanya diwujudkan melalui pelayanan santunan yang cepat, tetapi juga melalui berbagai upaya untuk mencegah kecelakaan. Karena itu, transformasi digital kami arahkan tidak hanya untuk meningkatkan kualitas layanan, tetapi juga memperkuat strategi keselamatan transportasi berbasis data," katanya.
Selain meningkatkan layanan santunan, Jasa Raharja juga terus memperkuat program keselamatan transportasi melalui kolaborasi dengan Kepolisian Republik Indonesia, Kementerian Perhubungan, pemerintah daerah, rumah sakit, akademisi, komunitas, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Sepanjang Januari hingga Mei 2026, perusahaan telah melaksanakan 3.354 program keselamatan transportasi di berbagai daerah. Program tersebut mencakup edukasi keselamatan berlalu lintas, pelatihan safety riding, pelatihan Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD), pemetaan daerah rawan kecelakaan, forum komunikasi lalu lintas, hingga operasi gabungan bersama instansi terkait.
Transformasi digital juga berdampak pada peningkatan kecepatan pelayanan. Rata-rata penyelesaian santunan bagi korban meninggal dunia kini dapat dilakukan dalam waktu sekitar 1 hari 5 jam, sedangkan penerbitan guarantee letter bagi korban luka-luka rata-rata selesai dalam waktu 4 hari 8 jam.
Di sisi lain, meningkatnya mobilitas masyarakat sepanjang 2026 turut memengaruhi jumlah kecelakaan yang menjadi objek perlindungan Jasa Raharja. Kondisi tersebut dinilai semakin memperkuat pentingnya kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dalam membangun budaya keselamatan berlalu lintas.
"Ke depan, kami akan terus memperkuat sinergi dengan berbagai kementerian, lembaga, pemerintah daerah, dan komunitas agar upaya preventif semakin efektif. Keberhasilan Jasa Raharja tidak hanya diukur dari cepatnya santunan disalurkan, tetapi juga dari kontribusi kami dalam menurunkan risiko kecelakaan melalui edukasi, kolaborasi, dan penguatan budaya keselamatan transportasi," ujar Awaluddin.(Regar)






