Dua Pejabat Eselon II Pemkot Bekasi Dirotasi, Disnaker Ditarget Percepat Penempatan Kerja ke Luar Negeri

Kamis, 14 Mei 2026 - 00:39 WIB

Bagikan atau simpan

thumbnail

SOROTBERITA | KOTA BEKASI — Pemerintah Kota Bekasi melakukan rotasi terhadap dua pejabat Eselon II di lingkungan Pemkot Bekasi, Rabu (13/5/2026). 

‎‎Dalam rotasi tersebut, Dzikron dilantik sebagai Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Bekasi, sedangkan Nadih Arifin menjabat sebagai Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bekasi.

‎Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mengatakan rotasi jabatan merupakan bagian dari upaya peningkatan kinerja organisasi pemerintahan serta percepatan penyelesaian program kerja daerah.

‎“Percepatan menyelesaikan tantangan harus dilakukan. Jangan jadikan amanah ini sebagai zona nyaman. Kita akan terus lakukan evaluasi untuk memberikan challenge yang lebih,” ujar Tri dalam arahannya.

‎Khusus kepada Kepala Dinas Tenaga Kerja yang baru, Tri meminta agar program penempatan tenaga kerja ke luar negeri dapat segera direalisasikan. 

‎‎Ia menargetkan adanya langkah konkret dalam tiga bulan ke depan sesuai dengan rencana pembangunan daerah.

‎Menurut Tri, peluang kerja bagi masyarakat tidak hanya tersedia di dalam negeri, tetapi juga dapat diperluas melalui penempatan tenaga kerja yang memiliki kompetensi dan kesiapan bersaing di pasar internasional.

‎“Tahun lalu target pemberangkatan tenaga kerja ke luar negeri masih gagal karena arahnya masih ragu-ragu. Tahun ini harus diselesaikan sesuai RPJMD,” katanya.

‎Ia menyebut angka pengangguran di Kota Bekasi mulai mengalami penurunan. Meski demikian, pemerintah daerah tetap perlu memperluas akses lapangan pekerjaan bagi masyarakat.

‎‎Selain itu, Tri menilai peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi hal penting agar tenaga kerja lokal mampu bersaing di sektor industri maupun pasar kerja global. 

‎‎Untuk mendukung hal tersebut, Pemkot Bekasi membuka pelatihan melalui Balai Latihan Kerja (BLK).

‎“Kita lakukan pembinaan melalui BLK agar tenaga kerja kita siap pakai dan mampu bersaing dengan daerah lain,” ujarnya.

‎Tri juga menyinggung tingginya kebutuhan masyarakat terhadap informasi lowongan pekerjaan yang terlihat dari banyaknya pertanyaan warga melalui media sosial maupun kanal resmi pemerintah daerah.

‎Sementara itu, kepada Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan yang baru, Tri meminta agar fasilitas dan ruang berkegiatan bagi pelaku seni dan budaya dapat diberikan secara terbuka dan merata.

‎Menurutnya, sektor pariwisata dan kebudayaan perlu dikembangkan melalui kolaborasi dengan pelaku UMKM dan ekonomi kreatif agar memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.

‎“Gerakan pariwisata harus terhubung dengan UMKM kita. Bukan berjalan sendiri-sendiri. Persoalan yang kita hadapi kompleks, maka penyelesaiannya dilakukan tahap demi tahap dengan kolaborasi,” tutupnya.(Red)