Dua Pejabat Eselon II Pemkot Bekasi Dirotasi, Disnaker Ditarget Percepat Penempatan Kerja ke Luar Negeri
Bagikan atau simpan
SOROTBERITA | KOTA BEKASI — Pemerintah Kota Bekasi melakukan rotasi terhadap dua pejabat Eselon II di lingkungan Pemkot Bekasi, Rabu (13/5/2026).
Dalam rotasi tersebut, Dzikron dilantik sebagai Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Bekasi, sedangkan Nadih Arifin menjabat sebagai Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bekasi.
Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mengatakan rotasi jabatan merupakan bagian dari upaya peningkatan kinerja organisasi pemerintahan serta percepatan penyelesaian program kerja daerah.
“Percepatan menyelesaikan tantangan harus dilakukan. Jangan jadikan amanah ini sebagai zona nyaman. Kita akan terus lakukan evaluasi untuk memberikan challenge yang lebih,” ujar Tri dalam arahannya.
Khusus kepada Kepala Dinas Tenaga Kerja yang baru, Tri meminta agar program penempatan tenaga kerja ke luar negeri dapat segera direalisasikan.
Ia menargetkan adanya langkah konkret dalam tiga bulan ke depan sesuai dengan rencana pembangunan daerah.
Menurut Tri, peluang kerja bagi masyarakat tidak hanya tersedia di dalam negeri, tetapi juga dapat diperluas melalui penempatan tenaga kerja yang memiliki kompetensi dan kesiapan bersaing di pasar internasional.
“Tahun lalu target pemberangkatan tenaga kerja ke luar negeri masih gagal karena arahnya masih ragu-ragu. Tahun ini harus diselesaikan sesuai RPJMD,” katanya.
Ia menyebut angka pengangguran di Kota Bekasi mulai mengalami penurunan. Meski demikian, pemerintah daerah tetap perlu memperluas akses lapangan pekerjaan bagi masyarakat.
Selain itu, Tri menilai peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi hal penting agar tenaga kerja lokal mampu bersaing di sektor industri maupun pasar kerja global.
Untuk mendukung hal tersebut, Pemkot Bekasi membuka pelatihan melalui Balai Latihan Kerja (BLK).
“Kita lakukan pembinaan melalui BLK agar tenaga kerja kita siap pakai dan mampu bersaing dengan daerah lain,” ujarnya.
Tri juga menyinggung tingginya kebutuhan masyarakat terhadap informasi lowongan pekerjaan yang terlihat dari banyaknya pertanyaan warga melalui media sosial maupun kanal resmi pemerintah daerah.
Sementara itu, kepada Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan yang baru, Tri meminta agar fasilitas dan ruang berkegiatan bagi pelaku seni dan budaya dapat diberikan secara terbuka dan merata.
Menurutnya, sektor pariwisata dan kebudayaan perlu dikembangkan melalui kolaborasi dengan pelaku UMKM dan ekonomi kreatif agar memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.
“Gerakan pariwisata harus terhubung dengan UMKM kita. Bukan berjalan sendiri-sendiri. Persoalan yang kita hadapi kompleks, maka penyelesaiannya dilakukan tahap demi tahap dengan kolaborasi,” tutupnya.(Red)






