Korlantas Targetkan 5.000 Kamera ETLE pada 2027, Ini Kata Pengamat

20 Okt 2025 Admin
Kakorlantas Polri, Irjen Pol Agus Suryonugroho.

SOROT BERITA | JAKARTA - Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri, menargetkan penambahan kamera Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) menjadi 5.000 unit pada 2027.

Langkah tersebut dinilai efektif menekan angka kecelakaan fatal di jalan raya, setelah tercatat penurunan korban meninggal sebesar 19,8 persen atau sekitar 2.512 jiwa pada semester pertama 2025.

ADVERTISEMENT

Program digitalisasi sistem penegakan hukum lalu lintas yang digagas Kakorlantas Polri, Irjen Pol Agus Suryonugroho ini, mendapat apresiasi dari Pengamat Transportasi dan Lalu Lintas, Banter Adis.

Adis menyatakan, sistem ETLE dinilai mampu menjawab tuntutan masyarakat terhadap penegakan hukum yang objektif dan transparan.

"Di bawah kepemimpinan Irjen Agus, Korlantas menunjukkan transformasi nyata. ETLE bukan sekadar alat penegakan hukum, tapi simbol perubahan menuju tata kelola lalu lintas yang bersih dan profesional," ujar Adis, di Jakarta, Rabu (15/10/2025).

Adis menilai, kebijakan perluasan ETLE merupakan langkah visioner yang menandai keseriusan Polri membangun sistem transportasi modern berbasis teknologi. 

Menurutnya, sistem tersebut memungkinkan penegakan hukum tanpa kontak langsung antara petugas dan pelanggar, sekaligus menekan potensi pungutan liar (pungli).

"Irjen Agus berhasil mengubah paradigma penindakan menjadi pelayanan publik berbasis teknologi. Kepercayaan masyarakat terhadap Polantas meningkat, karena sistemnya kini objektif dan dapat diawasi publik," papar Adis.

Adis menjelaskan, bahwa data Korlantas Polri menunjukkan capaian signifikan dalam menekan angka kecelakaan fatal. Sepanjang semester pertama 2025, korban meninggal akibat kecelakaan lalu lintas turun 19,8 persen dibanding periode sebelumnya.

Korlantas Polri mengembangkan empat jenis inovasi ETLE untuk menjangkau berbagai kondisi wilayah Indonesia, yakni ETLE statis, portabel, mobile, dan handheld. Variasi teknologi ini dinilai Adis sebagai bentuk adaptasi terhadap karakteristik geografis Indonesia yang luas dan beragam.

"Kalau target 5.000 kamera tercapai pada 2027, Indonesia bisa menjadi salah satu negara dengan sistem pengawasan lalu lintas digital terbesar di Asia Tenggara," ucap Adis.

Selain aspek teknologi, Korlantas juga menggalakkan pendekatan edukatif melalui program seperti Polantas Menyapa. Program ini dinilai menunjukkan sisi humanis Polri dalam membangun kesadaran disiplin berlalu lintas.

"Program seperti Polantas Menyapa menunjukkan sisi humanis Polri. Irjen Agus tidak hanya fokus menindak, tetapi juga membangun kesadaran disiplin dari hati masyarakat," kata Adis.

Adis berharap, keberlanjutan program digitalisasi lalu lintas ini mendapat dukungan dari berbagai sektor agar manfaatnya dapat dirasakan hingga ke daerah, sebagai investasi jangka panjang untuk keselamatan masyarakat.

"Transformasi digital yang digagas Irjen Agus adalah investasi jangka panjang untuk keselamatan masyarakat. Ini patut diapresiasi dan dilanjutkan secara konsisten," pungkasnya. (Dewa)