SOROT BERITA | BEKASI - Pemerintah Kota Bekasi resmi menetapkan pemenang lelang proyek wisata air Kalimalang, yang akan dilanjutkan pada tahap kedua di tahun 2026, menyusul proses lelang transparan yang melibatkan sejumlah perusahaan swasta.
Komisaris PT Miju Dharma Angkasa, David Sebastian, menjelaskan bahwa perusahaannya terpilih sebagai pemenang lelang berkat kesiapan yang matang. PT Miju sebelumnya juga bertindak sebagai pemrakarsa proyek, yang memberikan nilai tambah dalam penilaian lelang.
"Lebih siap pasti, karena kan kami sudah melakukan studi kelayakan. Ada jembatan penyeberangan umum, JPO, kapal, lampu-lampu, dermaga, dan kreasi lainnya," kata David, saat ditemui usai Apel Pemkot Bekasi, Senin (8/12/2025).
David menjelaskan, total investasi awal untuk proyek wisata air ini mencapai sekitar Rp 29 miliar. Adapun tahap pertama yang dimulai tahun sebelumnya senilai Rp 9 miliar merupakan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) untuk pembangunan jembatan.
"Yang Rp 9 miliar itu tahap pertama kemarin, itu sebenarnya CSR untuk proyek jembatan. Sisanya ada pembengkakan hingga total sekitar Rp 46 miliar dengan berbagai komponen di dalamnya," jelasnya.
Ia menegaskan bahwa lelang proyek ini diikuti banyak perusahaan yang berminat. PT Miju berhasil lolos karena memiliki kesiapan lebih baik dibandingkan pesaing yang gugur dalam seleksi.
"Banyak PT yang berminat, ada yang gugur, ada yang lolos. Alhamdulillah kami yang pertama kali, jadi kami yang lebih siap," ujarnya.
David mengklaim telah melakukan studi banding ke Jerman, Belanda, dan China untuk melihat konsep pengembangan wisata air serupa. Ia menegaskan bahwa proyek ini akan memperhatikan aspek lingkungan, terutama terkait pengelolaan limbah di kawasan Kalimalang.
"Di sana tidak boleh ada limbah sedikit pun. Kreasi kami sudah seperti puncak, mudah-mudahan lebih dari itu dengan lampu-lampu dan berbagai fasilitas menarik," paparnya.
Rencananya, proyek wisata air Kalimalang akan melakukan soft opening pada 21 Maret 2026 bertepatan dengan ulang tahun Kota Bekasi. Pada tahap awal, masyarakat sudah bisa menikmati jembatan yang telah direnovasi, lampu hias, serta perahu wisata.
"Mudah-mudahan grand opening kalau cuaca mendukung. Minimal kita sudah menikmati lampunya, melewati jembatannya, ada perahu-perahunya," ungkap David.
Sementara itu, Direktur Utama PT Mitra Patriot (PTMP) Kota Bekasi, David Hendradjid Rahardja, menjelaskan bahwa proses lelang telah melalui tahapan lengkap sesuai regulasi.
"Mulai dari pendaftaran, uji kelayakan, lelang, lalu masa sanggah, dan akhirnya penetapan pemenang. Mereka yang akan melakukan renovasi jembatan dengan anggaran non-APBD," ucap David.
David menegaskan, bahwa seluruh pembiayaan proyek berasal dari pemenang lelang, bukan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Proyek tersebut mencakup renovasi jembatan, pembangunan dermaga, penyediaan perahu wisata, serta area kuliner untuk usaha mikro kecil menengah (UMKM).
"Ada UMKM, ada perahu, jadi warga masyarakat bisa naik perahu di tengah Kalimalang. Terus ada UMKM di sepanjang trotoar itu, di bawah jalan tol itu nantinya ada tempat kuliner," jelasnya.
Proyek wisata air Kalimalang ini dimulai dari kawasan dekat jembatan hingga Kota Bintang. Untuk tahap pertama, fokus pengembangan akan dilakukan di dua jembatan yang telah ditetapkan.
David menambahkan, pekerjaan dimulai sejak penandatanganan PKS dengan target rampung sebelum ulang tahun Kota Bekasi pada Maret 2026.
"Sejak ditandatangani hari ini mereka sudah mulai bekerja dan targetnya sebelum ulang tahun Kota Bekasi di bulan Maret 2026 sudah bisa dioperasionalkan," imbunya.
Ia menegaskan, hingga saat ini belum ada kendala dalam persiapan proyek. David berharap kehadiran wisata air Kalimalang dapat menjadi destinasi baru bagi warga Kota Bekasi tanpa harus bepergian jauh ke daerah lain.
"Kami harapkan proyek wisata air Kalimalang ini bisa menjadi destinasi baru di Kota Bekasi. Harapannya, warga tidak usah jauh-jauh ke daerah lain untuk berwisata sehingga uang mereka tidak kemana-mana, bisa untuk meningkatkan pendapatan asli daerah Kota Bekasi," pungkasnya. (Dewa)

