Wajib Diketahui, Ini Yang Terjadi Jika Pintu Pesawat Dibuka Saat Sedang Terbang


Sorotberita.com - Diawal bulan ini, seorang pramugari cantik Delta Air Lines memukul kepala penumpang dengan sebuah botol. Tindakan itu dilakukannya lantaran si penumpang berusaha mencoba membuka paksa pintu darurat disaat pesawat masih terbang diudara. 

Selang beberapa hari kemudian, seorang penumpang Air Asia juga mencoba membuka pintu darurat secara paksa sesaat sebelum mendarat di Bandara India. Beruntung tindakannya itu berhasil digagalkan oleh kru kabin pesawat Air Asia.

Kejadian-kejadian seperti itu memunculkan pertanyaan yang mungkin selama ini tak pernah terpikirkan: apakah yang terjadi jika pintu pesawat terbuka saat masih terbang?

Berdasarkan laporan IFL Science, pilot maskapai salah satu penerbangan Patrick Smith mengatakan, jika ada penumpang yang membuka jendela atau pintu pesawat, saat pesawat masih dalam penerbangan maka akan terjadi penurunan tekanan udara yang sangat drastis dan cepat.

Penumpang Bisa Tersedot Keluar

Sorotberita - Smith menerangkan, tekanan udara yang menurun dengan cepat sangat berbahaya sekali jika terjadi di ruangan tertutup, seperti di dalam kabin pesawat.
Namun begitu, penurunan tekanan udara di kabin pesawat jarang sekali terjadi. Kondisi tersebut terjadi disebabkan struktur badan pesawat telah melalui pemeriksaan yang sangat detail dan teliti.
Bukan itu saja, setiap maskapai penerbangan akan selalu rutin menjaga kondisi pesawat mereka dengan melakukan perbaikan secara berkala dan teratur.
Akan tetapi, jika pintu darurat atau jendela pesawat dibuka secara paksa saat pesawat masih berada di udara. Maka akan terjadi penurunan tekanan udara yang bisa membahayakan keselamatan orang-orang yang berada di dalamnya.
Ungkap Smith, apabila pintu pesawat dibuka selama penerbangan, siapa pun yang berdiri di dekat pintu itu sudah pasti akan tersedot keluar. Seperti dalam film-film.
Kemudian, suhu kabin dengan sangat cepat akan turun hingga ke tingkat yang membekukan.
" Dan untuk pesawat itu sendiri sangat mungkin mulai pecah di udara," ujar Smith, kepada The Telegraph.

Waktu untuk Menyelamatkan Diri

Sorotberita - Selama masa penurunan tekanan yang cepat atau drastis itu, penumpang dewasa hanya punya waktu antara 10 hingga 20 detik saja untuk tetap sadar sebelum akhirnya pingsan.

Seorang anggota forum penerbangan PPRunE bernama Superpilot memberikan gambaran, bagaimana rasanya seorang pilot mengalami penurunan tekanan udara selama pesawat berada di udara.

" Lidah dapat tertekuk dalam hitungan detik, telinga Anda mulai merasakan sakit, serta gigi menjadi seratus kali lebih sensitif," tulis dia.

Apabila penumpang tidak langsung pingsan, salah satu resiko terbesarnya adalah hipoksia. Ini adalah kondisi di mana tubuh akan kekurangan oksigen dan akan menyebabkan disorientasi.

Tentu tidak itu saja, penumpang akan tidak sadarkan diri, denyut jantungnya menurun drastis, dan akhirnya dapat mengakibatkan meninggal dunia.

Subscribe to receive free email updates: