Karena Tari Striptis Kini Pimpinan Inul Vista Kediri Harus Berurusan Dengan Polisi


Sorotberita.com - Penyidik Subdit Renakta Direktorat Reserse Kriminal Umum Dari Polda Jawa Timur memeriksa pemilik Inul Vizta Kediri. Mereka telah dimintai keterangan terkait adanya dugaan aktifitas yang menjurus ke p0rno4ksi (layanan tarian bu6il hingga melayani ML), serta penjualan minuman beralkohol di tempat karaoke itu.

"Dua orang pemiliknya (Inul Vizta Kediri) sudah kita periksa," kata Kasubdit Renakta Ditreskrimum Polda Jatim AKBP Rama Samtama Putra.

Rama menerangkan, pemeriksaan terhadap 2 orang yang merupakan pasutri ini adalah pemilik Inul Vizta Kediri digelar di ruang penyidik Satreskrim Polresta Kediri. Pada hari itu, bersamaan dengan kedatangan Unit Asusila Subdit Renakta, untuk mencari barang bukti lainnya di tempat karaoke tersebut.

"Pemiliknya (Inul Vizta Kediri) bukan Inul. Itu kan franchise atau membeli lisensi ke Inul," ujarnya.

Dihadapan penyidik, pasangan suami istri pemilik Inul Vizta Kediri mengaku tidak pernah memberikan fasilitas atau layanan tarian striptis hingga ML (berhubungan badan) di ruang karaoke. "Pemiliknya tidak tahu, karena itu inisiatif dari manajer operasional," ujarnya.

Meski demikian, polisi masih terus menyelidiki prosedur di Inul Vizta Kediri. "Kita akan lihat, sejauh mana bentuk SOP (standart operational procedure) terhadap operasionalnya," jelasnya.

Selain memeriksa dua orang pemilik Inul Vizta Kediri. Saat itu, penyidik juga melakukan pemeriksaan tambahan terhadap dua orang karyawan. "Totalnya sudah ada 12 orang diperiksa sebagai saksi," jelasnya.

Tim Unit Asusila Subdit Renakta Ditrekrimum Polda Jatim menggerebek tempat karaoke Inul Vizta Kediri. Polisi sempat mengamankan 10 orang terdiri dari 4 penari striptis, manajer operasional, kasir, security, waitress hingga pengunjung. Dari 10 orang tersebut, polisi menetapkan I-manajer operasional Inul Vizta Kediri sebagai tersangka dugaan kasus asusila.

Subscribe to receive free email updates: