DIBOHONGI PAKAI KATA UMROH


Sorotberita.com - Belakangan ini publik dihebohkan dengan adanya kasus first travel, penipuan yang berkedok biro perjalanan umroh, modus yang mereka praktekkan adalah dengan cara menawarkan biaya umroh murah, puluhan ribu orang terkecoh, tak tanggung tanggung Rp. 848,7 Milyar berhasil mereka gelapkan, uang tersebut mereka gunakan untuk bergaya hidup glamor hingga dikawal bodyguard, iya Andi Surachman, Anniesa Hasibuan dan Kiki Hasibuan yang kini telah ditetapkan sebagai tersangka oleh kepolisian berhasil membuat resah publik, alhasil kelakuan tak terpuji bos first travel itu menimbulkan beragam opini diberbagai linimasa, salah satunya seperti status difacebook ini,
Mencibir para wanita jilboobs yang berjilbab dan "tongolan"-nya kemana-mana tapi tidak mencibir wanita yang berjilbab tapi bermewah-mewah dengan hasil menipu adalah ultra ironi.
Bagi saya jilboobs masih jauh lebih baik. Setidaknya mereka memakai pakaian sendiri dari uang sendiri, bukan pakaian syar'i nan mewah namun dari hasil keringat orang banyak yang menyicil sedikit demi sedikit dengan niat ibadah lalu tidak bisa mengembalikannya.
Saya teringat dengan perkataan seseorang, "Jangan makan keringat orang lain!". Jika anda hidup dengan religiusitas ditunjang kekayaan nan megah dan memamerkannya pada khalayak tapi dari hasil memeras keringat orang lain, di mata saya itu jauh lebih buruk daripada anda bermaksiat dengan uang anda sendiri.
Anda bermaksiat yang rugi adalah diri anda sendiri, sedangkan bermewah-mewah dengan menipu puluhan ribu jemaah jelas merugikan orang banyak, apalagi memamerkan kemakmuran hidup di hadapan orang-orang yang ia peras keringatnya. Dalam agama saya, memamerkan kekayaan diri pada orang susah adalah kezaliman.
Bahkan Nabi bersabda jika engkau memasak hingga tetanggamu mencium bau masakanmu maka engkau wajib membaginya pada mereka. Ini yang hanya menyangkut aroma, lalu bagaimana dengan yang jelas-jelas dipamerkan secara visual lewat medsos?
Saya tidak tahu mungkin bagi sebagian orang jika kezaliman jenis ini dibungkus kulit religiusitas dan "dibohongi pakai kata umroh" mungkin fine-fine saja.
Sebenarnya orang-orang yang gemar memamerkan kemewahan dan kemakmuran hidup sedang berfantasi dengan dirinya sendiri. Dengan itu mereka pikir bisa mendatangkan rasa hormat dan kekaguman orang lain. Apalagi jika dipadukan dengan nuansa religiusitas. Mungkin orang-orang akan meleleh sambil berkata "Inilah potret muslim sukses", sukses dunia dan akhirat. Hiii.. unyu banget ya.
Tidak ada yang melarang muslim untuk kaya. Tapi tidak dengan menipu orang dan memamerkan hasil tipuannya dengan bangga. Orang-orang yang latah memegang titipan orang banyak lalu mengkonversinya menjadi properti pribadi mempermainkan dirinya sendiri dengan memancing kebencian orang banyak, bukannya kekaguman.
Tukang pamer kemewahan mendatangkan lebih banyak orang yang 'ill feel' dan 'eneg' daripada para pemuja. Sebaliknya, orang-orang yang (beneran) kaya namun menunjukkan kesederhanaan memancing rasa respect dan kekaguman orang banyak. Ya, contoh saja istri CEO Facebook Pricilla Chan, istri bos Microsoft Melinda Gates dan istri founder Google Lucinda Southworth yang kekayaan mereka ratusan kali total kekayaan First Travel tapi penampilan mereka sangat biasa.
Ya, akhirnya kita tahu kaya tidak selalu membuat orang norak, tapi ingin terlihat kaya yang membuat anda norak.
Paham kan sayur lodeh?

dikutip dari status facebook Ahmed Zain Oul Mottqin

Subscribe to receive free email updates: