Terungkap 4 Mitos Tentang Gerhana Matahari Dan Bulan


Sorotberita.com - BMKG merilis, fase gerhana mulai sampai gerhana berakhir menghabiskan waktu 5 jam 4,9 menit, yaitu dimulai pada pukul 22.48 WIB dan berakhir pada pukul 03.52 WIB. Sedangkan untuk fase puncaknya, yaitu terjadinya gerhana sebagian sampai berakhir, akan berlangsung selama 1 jam 56,6 menit.Penjelasan ilmiah ini nyaris seimbang dengan mitos yang beredar di masyarakat, misalnya gerhana Bulan akan terjadi akibat Bulan dimakan raksasa, dan larangan orang-orang hamil keluar rumah saat terjadinya gerhana.Berikut rangkum mitos-mitos tentang gerhana bulan yang diambil dari berbagai sumber:

1. Bulan Dimakan Makhluk Seram atau Raksasa

Di banyak kebudayaan di seluruh dunia, ada cerita bahwa gerhana terjadi karena bulan atau matahari dimakan atau dicuri oleh sesuatu. Misalnya saja pada mitologi kuno yang mengatakan matahari hilang karana dicuri atau dimakan oleh serigala, raksasa dll.Agar serigala atau raksasa tersebut ketakutan dan memuntahkan kembali sang bulan, orang-orang harus membuat suara berisik dengan memukul benda-benda atau misalnya alat-alat dapur yang ada di dalam rumah.Mitos ini juga berlaku di Negara China. Masyarakat China percaya bahwa gerhana bulan terjadi karena ada seekor naga yang marah dan memakan bulan. Biasanya, masyarakat China akan membunyikan petasan. Ini untuk membuat naga tersebut ketakutanAda juga kebudayaan di Negara Indonesia, tepatnya di Bali dan Jawa yang beranggapan pada saat terjadi gerhana,itu berarti matahari atau bulan tengah dimakan raksasa yang marah.

2. Orang Hamil Tak Boleh Keluar Rumah

Mitos ini sungguh sangat populer dan masih dipercaya atau diyakini di sejumlah kebudayaan dunia, termasuk Negara Indonesia. Gerhana Matahari ataupun Gerhana Bulan, sangat berbahaya bagi wanita yang sedang mengandung atau hamil.
Wanita yang tengah hamil diharuskan berada di dalam rumah selama gerhana tersebut berlangsung. Jika wanita hamil keluar rumah saat terjadi gerhana maka saat lahir anaknya akan buta dan memiliki bibir sumbing, wallahu a'lam.

3. Makanan Terpapar Racun

Di beberapa daerah di Negara India, sebagian orang menolak makan selama berlangsungnya gerhana matahari. Mereka menjauhi makanan yang mentah atau belum dimasak.
Hal ini dilakukan atau diyakini karena ada kepercayaan bahwa makanan yang dimasak saat gerhana matahari terjadi sudah terpapar atau tercampur racun dan kotor.
Mitos ini juga tumbuh di Negara Jepang. Masyarakat Jepang meyakini bulan purnama merupakan pertanda penyebaran racun. Racun tersebut akan menyebar melalui air sumur.
Sehingga saat gerhana bulan terjadi, masyarakat Jepang segera menutup sumur-sumur mereka. Ini dilakukan untuk mencegah air tanah terkontaminasi racun yang dipercaya sangat membahayakan kesehatan.

4. Pertanda Kemarahan Tuhan

Bangsa di masa Yunani Kuno percaya bahwa gerhana matahari merupakan tanda dari kemarahan Tuhan dan merupakan tanda akan terjadinya bencana dahsyat dan keburukan di muka bumi ini.
Adapun asal muasal kata gerhana (eclipse) sebenarnya berasal dari bahasa Yunani Kuno 'ekleipsis' yang artinya 'ditinggalkan'.

Subscribe to receive free email updates: