3 Mantra Penenang Yang Selalu Ingin Didengar Buah Hati


Sorotberita.com - Kebanyakan orangtua tak selamanya bisa tetap tenang saat menghadapi beragam polah buah hatinya. Apalagi ketika mereka menyerempet bahaya, melakukan kesalahan seperti bertengkar dengan saudara atau teman-temannya.

Tak bisa dipungkiri lagi bahwa sebagai manusia, orangtua memang tak bisa luput dari kesalahan, lebih-lebih dalam hal mengasuh atau mengurus buah hati tercinta. Tidak ada yang sempurna, namun setidaknya orangtua selalu terus belajar membaca situasi supaya bisa mengajarkan anak-anaknya nilai dan norma kebaikan.

Sebenarnya ada kalimat yang sangat baik diungkapkan pada anak-anak. Kalimat ini semacam mantra penenang agar dapat membuat anak lebih bahagia, bermental kuat, serta menjadi pribadi yang baik dan percaya diri.

Ingin tahu apa saja mantra-mantra itu?

- " Yuk, kita bereskan bareng-bareng" 

Sang buah hati menumpahkan makanan atau minuman di karpet, padahal Anda sudah memperingatkannya untuk tidak berlarian. Jika mengikuti emosi mungkin Anda sudah mengomelinya dengan lontaran kalimat panjang, seperti " Tuh kan, apa mama bilang, kamu dihukum yah, ga dapat es krim hari ini" . Anak pun menangis, bahkan mungkin hingga mengamuk.

Akan lebih baik dan menenangkan bagi anak jika Anda mengatakan " Tadi sudah mama bilang kalau lari-larian makanannya nanti tumpah, sekarang ambil lap atau tisu di di belakng, kita bereskan bareng-bareng biar ngak kotor" . Dari mantra tersebut Anak akan belajar segala sesuatu ada konsekuensi logisnya, tumpah, kotor dan harus dibersihkan. Ini akan membuatnya jadi banyak belajar tentang tanggung jawab dan kebersihan.

- " Kamu lebih baik dari kemarin" 

" Kamarnya sekarang rapi ya" , " wah, sudah bisa melipat baju sendiri, hebat" , " Kakak hasil ulangannya lebih bagus dari kemarin, belajar terus ya, mama bangga!" . Jika selalu membandingkan dengan anak lain, Anda tak akan pernah memberi pujian pada anak. Cobalah memberi pujian tanpa membandingkan dan atas hal-hal kecil yang dilakukannya. Hal ini dapat menumbuhkan rasa percaya diri si anak.

- " Ayah/ ibu minta maaf yah" 

Anak akan sulit meminta maaf jika tak pernah melihat contoh secara langsung. Jika melakukan kesalahan, jangan gengsi dan sungkan untuk minta maaf pada anak. Misalnya saat Anda pulang telat dan tak bisa memenuhi janji untuk bermain dengannya. Dengan meminta maaf, anak jadi merasa dihargai dan ini menenangkannya serta dapat membangun karakter anak, ia juga tahu kalau orangtua bisa melakukan kesalahan dan juga meminta maaf.

Sumber: Brightside

Subscribe to receive free email updates: